Skripsi
Antecedents of Quiet Luxury Preference and Willingness to Pay in Indonesia: The Mediating Role of Social Connectedness
Anteseden Preferensi Quiet Luxury dan Willingness to Pay di Indonesia: Peran Mediasi Social Connectedness
Pengarang:
Najla Fiby Amarily - ; Yeshika Alversia (Pembimbing/Promotor) - ; Ira Iriyanty (Penguji) - ; Agung Nugroho (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji anteseden dari preferensi terhadap inconspicuous atau quiet luxury dan willingness to pay terhadap harga premium pada konsumen produk fashion mewah, leather goods, dan aksesori mewah di Indonesia, dengan Social Connectedness sebagai variabel mediasi yang diusulkan. Data diperoleh dari 228 responden yang berdomisili di Indonesia dan telah membeli setidaknya satu produk fashion mewah, barang berbahan kulit, atau aksesori mewah yang memenuhi kriteria untuk penggunaan pribadi dalam 12 bulan terakhir. Penelitian ini mengukur preferensi konsumen terhadap sinyal kemewahan yang understated, yaitu kemewahan dengan tingkat penonjolan merek yang rendah, kualitas pengerjaan, kualitas material, serta ciri-ciri yang lebih mudah dikenali oleh konsumen yang memiliki pengetahuan tertentu. Penelitian ini tidak mengklasifikasikan pembelian aktual responden sebagai produk quiet luxury atau conspicuous luxury. Dengan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), hasil penelitian menunjukkan bahwa Elitism berpengaruh signifikan terhadap Social Connectedness, sedangkan Privacy, Connoisseurship, Need for Uniqueness, dan Self-Protection tidak berpengaruh signifikan. Social Connectedness berpengaruh signifikan terhadap Quiet Luxury Preference, dan Quiet Luxury Preference berpengaruh signifikan terhadap Willingness to Pay terhadap harga premium. Selain itu, Privacy, Connoisseurship, dan Self-Protection berpengaruh langsung terhadap Quiet Luxury Preference, sedangkan Elitism dan Need for Uniqueness tidak berpengaruh signifikan. Hasil mediasi menunjukkan bahwa Social Connectedness tidak memediasi hubungan antara kelima anteseden dan Quiet Luxury Preference, serta efek tidak langsung berurutan terhadap Willingness to Pay tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap inconspicuous atau quiet luxury pada responden Indonesia lebih didorong oleh motivasi individual secara langsung dibandingkan oleh Social Connectedness sebagai mekanisme mediasi, serta bahwa Quiet Luxury Preference memprediksi Willingness to Pay terhadap harga premium secara kuat.