Skripsi
Chinese Foreign Direct Investment and ASEAN-5 Manufacturing Exports to China Under the ASEAN-China Free Trade Area: Evidence From a Structural Gravity Model
Investasi Asing Langsung China dan Ekspor Manufaktur ASEAN-5 ke China di Bawah ASEAN-China Free Trade Area: Bukti dari Model Gravitasi Struktural
Pengarang:
Bennica Eleora - ; Kiki Verico (Pembimbing/Promotor) - ; Mohamad Dian Revindo (Penguji) - ; Beta Yulianita G. Laksono (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis apakah stok investasi asing langsung asal China, atau Chinese foreign direct investment (FDI), di ASEAN-5 berasosiasi dengan ekspor manufaktur ASEAN-5 ke China, serta apakah asosiasi tersebut menjadi lebih positif setelah tonggak implementasi utama ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) pada tahun 2010. Penelitian menggunakan panel eksportir–HS2–tahun untuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand selama 2005–2024, dengan China sebagai negara tujuan ekspor tunggal. Ekspor manufaktur dikonstruksi dari data UN Comtrade pada tingkat HS6 yang dipetakan ke ISIC Rev.4 Section C melalui konkordansi OECD HS–ISIC, lalu diagregasikan ke tingkat HS2. Variabel utama adalah stok FDI China dari MOFCOM yang dilag dua tahun. Model diestimasi menggunakan Poisson Pseudo-Maximum Likelihood (PPML) dalam kerangka augmented structural gravity dengan efek tetap eksportir × HS2 dan tahun, serta kontrol GDP, real effective exchange rate, dan populasi eksportir. Galat baku diklaster dua arah pada tingkat eksportir × HS2 dan eksportir × tahun. Hasil menunjukkan bahwa interaksi antara stok FDI China yang dilag dua tahun dan indikator implementasi ACFTA sejak 2010 bernilai positif pada kedua spesifikasi ASEAN-5. Bukti paling kuat muncul pada subset HS84–92, yang mencakup machinery, electrical equipment, transport equipment, dan precision instruments. Ketika Singapura dikeluarkan sebagai uji sensitivitas komposisi, interaksi tetap positif dan signifikan pada broad manufacturing maupun subset HS84–92 dengan cutoff 2010, meskipun hasil subset HS84–92 lebih sensitif terhadap cutoff alternatif 2012. Secara keseluruhan, asosiasi antara FDI China dan ekspor manufaktur ASEAN-5 ke China menjadi lebih positif setelah implementasi ACFTA, tetapi kekuatannya bergantung pada cakupan sektor, komposisi eksportir, dan definisi waktu implementasi.