Skripsi
Digital Inclusion and Economic Outcomes among Persons With Disability in Indonesia’s Labor Market
Inklusi Digital dan Capaian Ekonomi Penyandang Disabilitas di Pasar Kerja Indonesia
Pengarang:
Indira Alma Faiza Setyadi - ; Chaikal Nuryakin (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Farma Mangunsong (Penguji) -
Deskripsi
Penyandang disabilitas (PWD) terus menghadapi ketimpangan yang signifikan dalam hal partisipasi di pasar tenaga kerja, penghasilan, dan produktivitas dibandingkan dengan orang tanpa disabilitas. Seiring transformasi digital yang mengubah wajah pasar tenaga kerja, pelatihan dan keterampilan digital semakin menjadi faktor penentu penting bagi inklusi ekonomi. Penelitian ini mengkaji dampak partisipasi dalam pelatihan serta pelatihan yang diselenggarakan secara daring terhadap hasil pasar tenaga kerja bagi penyandang disabilitas yang bekerja di Indonesia. Dengan menggunakan data cross-sectional berulang dari Survei Angkatan Kerja Nasional Indonesia (SAKERNAS) periode 2021–2024, penelitian ini berfokus pada penyandang disabilitas usia kerja yang bekerja dan menerapkan metode Propensity Score Matching (PSM) untuk mengatasi bias seleksi. Hasil pasar tenaga kerja diukur melalui upah bulanan dan produktivitas, yang diproksikan dengan tarif upah per jam. Analisis ini membandingkan individu yang berpartisipasi dalam pelatihan dengan mereka yang tidak, serta membandingkan berbagai model pelatihan. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi dalam pelatihan berkaitan dengan upah dan produktivitas yang lebih tinggi di kalangan penyandang disabilitas yang bekerja. Selain itu, pelatihan yang disampaikan secara digital menunjukkan keunggulan tambahan dengan meningkatkan kompetensi digital dan memperluas akses terhadap peluang di pasar tenaga kerja. Hasil-hasil ini mendukung teori modal manusia dan inklusi digital, yang menunjukkan bahwa investasi dalam program pelatihan yang mudah diakses serta pengembangan keterampilan digital dapat berkontribusi pada hasil pasar tenaga kerja yang lebih inklusif. Studi ini menyoroti pentingnya memperluas infrastruktur digital, platform pembelajaran yang mudah diakses, dan kebijakan pengembangan tenaga kerja yang terarah guna mengurangi ketimpangan di pasar tenaga kerja.