Skripsi
Beban Ganda Keluarga dan Probabilitas Perempuan Bekerja di Sektor Formal: Analisis Sebelum, Saat, dan Setelah Pandemi COVID-19 di Indonesia
Family Double Burden and the Probability of Women Working in the Formal Sector: An Analysis Before, During, and After the COVID-19 Pandemic in Indonesia
Pengarang:
Chesya Gabriella - ; Padang Wicaksono (Pembimbing/Promotor) - ; Nachrowi D. Nachrowi (Penguji) - ; Suryadi (Penguji) -
Deskripsi
Dalam konteks bonus demografi Indonesia yang belum termanfaatkan secara inklusif, pemahaman terhadap hambatan struktural yang membatasi partisipasi perempuan di pasar kerja formal menjadi semakin mendesak. Dengan menggunakan kerangka regresi logit pooled cross-sectional atas data Susenas 2020-2022 (n = 1.166.876), penelitian ini mengestimasi secara terpisah keberadaan pernikahan dan keberadaan anak sebagai dua mekanisme beban ganda yang berbeda terhadap probabilitas kerja formal. Temuan menunjukkan bahwa status perkawinan menurunkan probabilitas kerja formal rata-rata sebesar 12,76 poin persentase, jauh melampaui keberadaan anak sebesar 3,00 poin persentase berbeda dari konsensus internasional yang menempatkan kelahiran anak sebagai pendorong utama. Berlawanan dengan hipotesis she-cession, pandemi justru sedikit melemahkan keberadaan pernikahan melalui income effect, sementara keberadaan anak hanya memburuk pada perempuan berpendidikan tinggi di wilayah perkotaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan ketenagakerjaan responsif gender yang melampaui sekadar penyediaan layanan penitipan anak, dengan turut menyasar peran struktural norma perkawinan dalam pasar kerja formal Indonesia.