Skripsi
Exploring the Relationships between Subsidized Mortgage Policy, Institutional Barriers, and Business Performance in Subsidized Housing Projects: Evidence from Private Developers in Indonesia
Eksplorasi Hubungan antara Kebijakan KPR Bersubsidi, Hambatan Kelembagaan, dan Kinerja Bisnis pada Proyek Perumahan Bersubsidi: Bukti dari Pengembang Swasta di Indonesia
Deskripsi
Kebijakan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi Indonesia memainkan peran sentral dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, di mana backlog perumahan yang diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta unit telah mempertahankan kendala pasokan struktural yang menjadikan keterlibatan pengembang swasta sebagai faktor fundamental bagi efektivitas program ini. Studi-studi terdahulu mengenai kebijakan KPR bersubsidi sebagian besar mengkaji sisi permintaan dengan berfokus pada kepuasan penerima manfaat, kesejahteraan rumah tangga, dan risiko kredit, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih luas alih-alih mendalam mengenai bagaimana kebijakan ini mempengaruhi pemasok utamanya, sementara hambatan institusional yang muncul dari struktur penyaluran program yang berlapis-lapis serta dampak kebijakan terhadap kinerja bisnis pengembang swasta masih belum banyak dieksplorasi. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, penelitian ini mengkaji hubungan antara kebijakan KPR bersubsidi Indonesia, hambatan institusional, dan kinerja bisnis dalam proyek perumahan bersubsidi dari perspektif pengembang swasta melalui pendekatan metodologi kualitatif, dengan melakukan tujuh wawancara semi-terstruktur bersama tujuh partisipan yang berafiliasi dengan tujuh perusahaan pengembang swasta berbeda yang aktif terlibat dalam proyek perumahan bersubsidi di seluruh Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, dan temuan menunjukkan bahwa kebijakan KPR bersubsidi Indonesia menghasilkan dinamika ganda bagi pengembang swasta yang dijelaskan dalam tiga dimensi agregat, yaitu hambatan institusional yang ditimbulkan oleh kebijakan, pengaruh kebijakan terhadap kinerja bisnis pengembang, dan efek berlapis dari hambatan institusional terhadap hasil kinerja bisnis, sehingga penelitian ini menjadi upaya awal yang meletakkan landasan penting bagi para pembuat kebijakan, praktisi, maupun penelitian selanjutnya dalam memahami implikasi sisi pasokan dari kebijakan KPR bersubsidi Indonesia dari perspektif pengembang.