Skripsi
Board Foreign Exposure, ESG Performance, and the Moderating Role of Industry Sensitivity: Evidence from Emerging Markets of Southeast Asian Economies
Eksposur Asing Dewan Direksi, Kinerja ESG, dan Peran Moderasi Sensitivitas Industri: Bukti Empiris dari Pasar Berkembang di Negara-Negara Asia Tenggara
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis bagaimana eksposur asing dewan direksi memengaruhi kinerja ESG perusahaan di pasar berkembang Asia Tenggara serta menguji peran moderasi sensitivitas industri dalam hubungan tersebut. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai apakah pengalaman internasional dapat meningkatkan kinerja sustainability, khususnya di negara-negara dengan kualitas pemerintahan yang masih berkembang. Penelitian ini menggunakan 282 observasi dari perusahaan publik di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam selama periode 2019–2024. Eksposur asing dewan direksi diukur berdasarkan proporsi anggota dewan yang menempuh pendidikan di luar negeri. Analisis dilakukan menggunakan model regresi data panel, yang mencakup fixed effects perusahaan dan correlated random effects, untuk menguji pengaruh langsung eksposur asing dewan direksi terhadap kinerja ESG serta peran moderasi sensitivitas industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksposur asing dewan direksi tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja ESG. Pada industri yang tergolong sensitif, variabel interaksi menunjukkan arah hubungan negatif, yang mengindikasikan bahwa eksposur asing dewan direksi cenderung berkaitan dengan kinerja ESG yang lebih rendah dibandingkan lebih tinggi. Namun demikian, hubungan tersebut belum mencapai tingkat signifikansi statistik yang umum digunakan. Di sisi lain, independensi dewan terbukti menjadi prediktor positif yang paling kuat terhadap kinerja ESG. Hasil berlawanan ini menunjukkan bahwa pada industri sensitif di Asia Tenggara, kondisi struktural, seperti dominasi perusahaan milik negara dan orientasi terhadap kepentingan nasional, dapat mengurangi kontribusi direktur berpendidikan luar negeri dalam mendorong peningkatan kinerja ESG. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan luar negeri saja belum cukup untuk meningkatkan kinerja ESG. Sebaliknya, kualitas tata kelola perusahaan dan dukungan pemerintahan memiliki peran yang lebih penting dalam mendorong peningkatan kinerja ESG di kawasan Asia Tenggara.