Skripsi
Terminal Velocity: A Financial Statement Analysis and Valuation of Experience Co Limited
Kecepatan Terminal: Analisis Laporan Keuangan dan Valuasi Experience Co Limited
Deskripsi
Makalah ini menganalisis Experience Co Limited (EXP), sebuah perusahaan pariwisata
petualangan dan rekreasi yang beroperasi di Australia dan Selandia Baru. Analisis dilakukan
untuk menilai apakah harga pasar EXP dapat didukung oleh kinerja keuangan dan hasil
valuasinya. Berdasarkan reformulasi laporan keuangan dan analisis rasio, EXP menunjukkan
pemulihan pendapatan, tetapi pemulihan tersebut belum sepenuhnya menghasilkan
profitabilitas yang kuat. Return on net operating assets (RNOA) EXP masih rendah, sedangkan
net borrowing cost (NBC) lebih tinggi daripada RNOA. Hal ini menyebabkan financial leverage
menurunkan return on common shareholders’ equity (ROCE), sehingga leverage belum
memberikan manfaat bagi pemegang saham pada FY25. Hasil valuasi juga menunjukkan
kehati-hatian. Valuasi residual operating income menghasilkan nilai estimasi di bawah harga
pasar berdasarkan asumsi yang digunakan dalam makalah ini. Selain itu, analisis sensitivitas
menunjukkan bahwa hasil valuasi sangat bergantung pada weighted-average cost of capital,
terminal growth rate, dan terminal residual operating income. Analisis reverse engineering juga
menunjukkan bahwa harga pasar EXP membutuhkan asumsi pertumbuhan jangka panjang yang
cukup tinggi. Secara keseluruhan, EXP memiliki potensi pemulihan bisnis, terutama jika
permintaan pariwisata terus meningkat dan perusahaan dapat menggunakan aset operasinya
dengan lebih efisien. Namun, berdasarkan asumsi dasar yang digunakan dalam makalah ini,
harga pasar EXP masih sulit untuk dijustifikasi. Oleh karena itu, makalah ini mendukung
rekomendasi untuk menghindari pembelian saham EXP atau menerapkan rekomendasi jual,
dengan tetap mempertimbangkan bahwa kesimpulan tersebut sensitif terhadap asumsi
peramalan.
petualangan dan rekreasi yang beroperasi di Australia dan Selandia Baru. Analisis dilakukan
untuk menilai apakah harga pasar EXP dapat didukung oleh kinerja keuangan dan hasil
valuasinya. Berdasarkan reformulasi laporan keuangan dan analisis rasio, EXP menunjukkan
pemulihan pendapatan, tetapi pemulihan tersebut belum sepenuhnya menghasilkan
profitabilitas yang kuat. Return on net operating assets (RNOA) EXP masih rendah, sedangkan
net borrowing cost (NBC) lebih tinggi daripada RNOA. Hal ini menyebabkan financial leverage
menurunkan return on common shareholders’ equity (ROCE), sehingga leverage belum
memberikan manfaat bagi pemegang saham pada FY25. Hasil valuasi juga menunjukkan
kehati-hatian. Valuasi residual operating income menghasilkan nilai estimasi di bawah harga
pasar berdasarkan asumsi yang digunakan dalam makalah ini. Selain itu, analisis sensitivitas
menunjukkan bahwa hasil valuasi sangat bergantung pada weighted-average cost of capital,
terminal growth rate, dan terminal residual operating income. Analisis reverse engineering juga
menunjukkan bahwa harga pasar EXP membutuhkan asumsi pertumbuhan jangka panjang yang
cukup tinggi. Secara keseluruhan, EXP memiliki potensi pemulihan bisnis, terutama jika
permintaan pariwisata terus meningkat dan perusahaan dapat menggunakan aset operasinya
dengan lebih efisien. Namun, berdasarkan asumsi dasar yang digunakan dalam makalah ini,
harga pasar EXP masih sulit untuk dijustifikasi. Oleh karena itu, makalah ini mendukung
rekomendasi untuk menghindari pembelian saham EXP atau menerapkan rekomendasi jual,
dengan tetap mempertimbangkan bahwa kesimpulan tersebut sensitif terhadap asumsi
peramalan.