Skripsi
Respons Pasar Saham Syariah dan Konvensional terhadap Peristiwa Kebijakan Fiskal: Studi Peristiwa Periode 2021-2025
Sharia and Conventional Stock Market Reactions to Fiscal Policy Events: An Event Study (2021-2025)
Pengarang:
Selma Fadila Damarjati - ; Muhammad Budi Prasetyo (Pembimbing/Promotor) - ; Karina Wulandari (Penguji) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis respons saham syariah dan konvensional terhadap enam peristiwa informasi fiskal di Indonesia periode 2021–2025 serta menguji perbedaan respons antara kedua kelompok. Penelitian menggunakan metode event study dengan market model untuk menghitung abnormal return dan cumulative abnormal return (CAR). Saham diklasifikasikan secara event-specific berdasarkan status Daftar Efek Syariah pada masing-masing periode. Event window utama adalah [−1,+1], sedangkan [0,+1], [−3,+3], dan [−5,+5] digunakan sebagai robustness windows. Hasil menunjukkan bahwa respons pasar bersifat spesifik terhadap peristiwa dan horizon pengamatan. Pada window utama, saham syariah tidak menunjukkan rata-rata CAR yang signifikan pada seluruh peristiwa, sedangkan saham konvensional menunjukkan respons signifikan pada publikasi realisasi defisit APBN Februari 2025 dan penempatan dana pemerintah Rp200 triliun. Perbedaan CAR antara kedua kelompok juga signifikan pada dua peristiwa tersebut. Perpres 98/2022 serta komunikasi kondisi fundamental ekonomi dan RAPBN 2025 menunjukkan perbedaan pada window yang lebih luas. Secara deskriptif, nilai absolut CAAR saham syariah lebih rendah pada 19 dari 24 kombinasi peristiwa-window, tetapi standar deviasi CAR syariah hanya lebih rendah pada 9 kombinasi. Dengan demikian, respons rata-rata saham syariah lebih sering teredam, tetapi respons individualnya tidak secara konsisten lebih homogen. Perbedaan respons kedua kelompok dipengaruhi oleh karakter peristiwa fiskal serta perbedaan struktur dan eksposur saham terhadap kebijakan tersebut