Skripsi
Motherhood Penalty di Sektor Informal: Kesenjangan Upah Ibu dan Ayah di Era Digital
Motherhood Penalty in the Informal Sector: Mother-Father Wage Gaps in the Digital Era
Pengarang:
Nefrita Aprilia Putri - ; Dwini Handayani (Pembimbing/Promotor) - ; Teguh Dartanto (Penguji) - ; Thia Jasmina (Penguji) -
Deskripsi
Ibu yang bekerja di sektor informal Indonesia cenderung menerima upah lebih rendah dibandingkan ayah, meski keduanya sama-sama bekerja untuk menafkahi anak. Penelitian ini mengukur seberapa besar kesenjangan tersebut dan menguji apakah pemanfaatan internet untuk bekerja berkaitan dengan penyempitannya. Data yang digunakan berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, bersifat cross-section yang mencakup 123.644 observasi ibu dan ayah yang tinggal serumah dengan anak usia 0–17 tahun, setara dengan sekitar 31,4 juta pekerja setelah pembobotan. Kesenjangan upah diukur menggunakan Ordinary Least Squares (OLS), Conditional Quantile Regression (CQR), dekomposisi Oaxaca-Blinder pada rata-rata, dan dekomposisi RIF-Oaxaca pada kuantil ke-20, ke-40, ke-60, dan ke-80. Hasilnya, upah ibu tercatat 34,2 persen lebih rendah daripada ayah meski karakteristik seperti pendidikan, jam kerja, dan pengalaman sudah diperhitungkan. Kesenjangan ini juga tidak merata di sepanjang distribusi upah, paling lebar pada kelompok berpenghasilan rendah (37,3 persen) dan mengecil pada kelompok berpenghasilan tinggi (30,6 persen). Sebagian besar dari kesenjangan ini, yaitu 69,3 persen, tidak dapat dijelaskan oleh perbedaan karakteristik yang teramati dalam data. Pekerja yang memanfaatkan internet untuk bekerja memang mendapat upah 32,7 persen lebih tinggi. Namun, manfaat tersebut tidak terbukti lebih besar bagi ibu dibandingkan ayah secara keseluruhan, dan pola ini hanya terlihat pada pekerja di lapangan usaha industri. Pada distribusi upah tak bersyarat, kesenjangan menyempit dari 49,4 persen di kelompok upah terbawah menjadi 28,6 persen di kelompok upah teratas, tetapi porsi yang tidak dapat dijelaskan justru meningkat. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan pada karakteristik yang teramati saja, seperti pendidikan atau akses internet, belum cukup untuk menutup kesenjangan upah antara ibu dan ayah di sektor informal.