Tesis
Analisis Kesiapan Implementasi PSPK 1 dan PSPK 2: Studi Kasus di PT XYZ
Analysis of Readiness for Implementation of PSPK 1 and PSPK 2 Case Study: PT XYZ
Pengarang:
Muhammad Ricky Setiawan - ; Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar (Pembimbing/Promotor) - ; Budi Frensidy (Penguji) - ; Tubagus Muhamad Yusuf Khudri (Penguji) -
Deskripsi
Perubahan iklim, penurunan sumber daya alam tidak terbarukan, serta meningkatnya kesenjangan sosial mendorong perlunya pendekatan baru dalam baru pada bisnis saat ini. Perusahaan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi terhadap keberlangsungan usahanya. Dalam konteks tersebut, Isu – isu sosial dan lingkungan tidak lagi dipandang semata mata sebagai risiko, tetapi juga sebagai peluang strategis bagi perusahaan untuk menciptakan nilai keberlanjutan. Dengan munculnya berbagai tantangan tersebut, regulator turut merespons melalui penerbitan berbagai peraturan keberlanjutan yang bertujuan menyesuaikan praktik bisnis dengan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Peraturan-peraturan tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan serta pelaporan dampak sosial dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan daam menghadapi ketidakpastian jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan PT XYZ dalam menghadapi penerapan Pernyataan Standar Pelaporan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan PSPK 2 yang akan efektif di Indonesia mulai 1 Januari 2027, yang merupakan hasil adopsi dari standar global IFRS S1 mengenai pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan dan IFRS S2 terkait pengungkapan perubahan iklim. Selain itu penelitian ini juga mengevaluasi tingkat kepatuhan Laporan Keberlanjutan PT XYZ tahun 2024 terhadap ketentuan POJK No. 51/POJK.03/2017 dan SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai sejauh mana Laporan Keberlanjutan PT XYZ telah memenuhi ketentuan yang berlaku sebagai dasar dalam mengukur kesiapan perusahaan terhadap penerapan standar keberlanjutan yang baru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif melalui analisis konten terhadap dokumen perusahaan serta pemetaan kesenjangan (gap analysis) terhadap ketentuan IFRS S1 dan S2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laporan Keberlanjutan PT XYZ tahun 2024 telah disusun sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh regulator di Indonesia. Namun, hasil penilaian kesiapan berdasarkan IFRS S1 dan S2 menunjukan bahwa pengungkapan dalam Laporan Keberlanjutan PT XYZ masih terbatas dan cenderung bersifat simbolis.