Tesis
Pengungkapan Hal Audit Utama pada Emiten Perbankan 2022- 2024
Disclosure of Key Audit Matters in Banking Issuers for the Period 2022–2024
Pengarang:
Dejan Michael Parhusip - ; Nureni Wijayati (Pembimbing/Promotor) - ; Evony Silvino Violita (Penguji) - ; Purwatiningsih (Penguji) -
Deskripsi
Penerapan Standar Audit (SA) 701 mengenai Pengomunikasian Hal Audit Utama (HAU) merupakan reformasi penting dalam pelaporan auditor, khususnya di industri perbankan yang memiliki tingkat regulasi tinggi, kompleksitas operasional besar, serta eksposur risiko yang luas. SA 701 mewajibkan auditor mengungkapkan isu-isu paling signifikan dalam proses audit berdasarkan pertimbangan profesional, sehingga laporan auditor dapat memberikan transparansi dan nilai informatif yang lebih tinggi bagi para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi HAU pada emiten perbankan Indonesia selama periode 2022–2024 serta mengidentifikasi tantangan implementasinya di tingkat KAP. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui 141 laporan keuangan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta wawancara semi-terstruktur dengan rekan perikatan dari dua Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mewakili KAP Big Four dan Non-Big Four. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan HAU berdasarkan level akun dan level entitas untuk mengamati penentuan area signifikan audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata HAU yang diungkapkan auditor perbankan adalah 1,32 per laporan, dengan dominasi HAU level akun sebesar 1,07 dan level entitas sebesar 0,26. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) menjadi isu yang paling sering diungkapkan, muncul sebanyak 141 kali, diikuti pengoperasian sistem teknologi informasi pelaporan keuangan sebanyak 33 kali. Temuan ini mencerminkan fokus auditor pada risiko kredit serta reliabilitas sistem TI sebagai dua area paling krusial dalam audit perbankan. Wawancara menunjukkan bahwa implementasi SA 701 tidak mengubah prosedur audit secara fundamental, namun meningkatkan kebutuhan dokumentasi, koordinasi, dan pengendalian mutu. Tantangan utama meliputi kesulitan dalam merumuskan wording HAU yang tepat, proses review yang melibatkan quality assurance dan independent reviewer, serta komunikasi intensif dengan Those Charged With Governance (TCWG) selama seluruh tahapan audit. Penelitian ini memberikan pemahaman empiris mengenai penerapan SA 701 di sektor perbankan dan dapat menjadi referensi bagi auditor, regulator, dan akademisi.