Tesis
Evaluasi Penerapan International Standard on Quality Management 1 (ISQM 1) pada Dua Kantor Akuntan Publik (KAP) Skala Besar di Indonesia
Evaluation of the Implementation of International Standard on Quality Management 1 (ISQM 1) in Two Large Public Accounting Firms in Indonesia
Pengarang:
Yesi Febriani - ; Ludovicus Sensi Wondabio (Pembimbing/Promotor) - ; Fitriany (Penguji) - ; Aria Kanaka (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesenjangan antara praktik aktual dan persyaratan ideal dalam penerapan International Standard on Quality Management 1 (ISQM 1) pada dua Kantor Akuntan Publik (KAP) besar di Indonesia, yaitu KAP ABC dan KAP XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang didukung model penilaian maturitas skala 1–5, dengan data yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, telaah dokumen kebijakan mutu, serta penilaian kesenjangan pada lima dimensi analitis, yaitu implementation gap, strategic alignment gap, capability gap, perception gap, dan resource utilization gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAP ABC memperoleh skor maturitas rata-rata yang lebih tinggi (4,40) dibandingkan KAP XYZ (3,75), mencerminkan struktur manajemen mutu yang lebih stabil, terdokumentasi, dan terinternalisasi. Kinerja yang lebih kuat terlihat terutama pada aspek penilaian risiko, tata kelola dan kepemimpinan mutu, pelaksanaan perikatan, serta pemanfaatan sumber daya internal. Sebaliknya, KAP XYZ menunjukkan implementasi yang baik namun kurang konsisten, terutama dalam penyelesaian dokumentasi audit, pemanfaatan platform teknologi global, dan integrasi sumber daya lokal. Dari perspektif teori sinyal, KAP ABC memosisikan ISQM 1 terutama sebagai sinyal kepatuhan untuk memperoleh legitimasi dan keselarasan dengan jaringan global, namun belum sepenuhnya dikonversi menjadi keunggulan kompetitif. Sebaliknya, KAP XYZ memanfaatkan ISQM 1 sebagai sinyal nilai tambah yang bersifat strategis. Dari perspektif resource-based view (RBV), KAP ABC menunjukkan kemampuan dalam mengoptimalkan sumber daya internal berkarakteristik VRIN sehingga mendukung pembentukan sistem mutu yang otonom dan berkelanjutan. Sementara itu, KAP XYZ masih bergantung pada sumber daya global, sehingga fleksibilitas inovasi lokal relatif terbatas meskipun implementasi ISQM 1 berjalan konsisten. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi operasional implementasi ISQM 1 bagi KAP, regulator, dan organisasi profesi melalui penguatan orientasi nilai, digitalisasi sistem mutu, penyesuaian konteks lokal, serta pembinaan berbasis tingkat kematangan KAP.