Tesis
Pengaruh Ulasan Influencer di YouTube terhadap Intensi Membeli Smartphone melalui Perspektif Elaboration Likelihood Model (ELM)
The Impact of Influencer Reviews on YouTube towards Smartphone Purchase Intention through the Elaboration Likelihood Model (ELM) Perspective
Pengarang:
Josia Rajagukguk - ; Ignatius Heruwasto (Pembimbing/Promotor) - ; Tengku Ezni Balqiah (Penguji) - ; Riffely Dewi Astuti (Penguji) -
Deskripsi
Dalam bidang penelitian pemasaran melalui influencer di media sosial, salah satu faktor yang penting dan terus berkembang adalah bagaimana atribut seorang influencer dan konten yang mereka berikan mempengaruhi dan mempersuasi audiens mereka. Salah satu teori yang dapat menjelaskan proses persuasi dua rute adalah elaboration likelihood model (ELM). Penelitian ini menggunakan teori ELM dalam memahami proses persuasi influencer teknologi di YouTube, dengan peripheral factors mewakili atribut influencer dan central factors mewakili atribut konten yang diunggah influencer. Sebanyak 477 responden pengguna YouTube berpartisipasi pada penelitian yang bertujuan untuk meneliti efek langsung dan moderasi peripheral dan central factors ELM sebagai anteseden pembentukan perilaku konsumen dalam bentuk intensi membeli smartphone. Pada penelitian ini ditemukan pengaruh yang berbeda dari peripheral factors dan central factors terhadap intensi pembelian. Central factors yang merupakan atribut konten yang terdiri dari originality, uniqueness, dan informativeness ditemukan memiliki pengaruh langsung, dengan uniqueness berpengaruh paling signifikan terhadap perilaku konsumen. Sementara itu, peripheral factors yang merupakan atribut influencer yang terdiri dari trustworthiness, expertise, physical attractiveness, social attractiveness, dan self-presence, hanya trustworthiness dan self-presence yang memiliki pengaruh langsung. Pengaruh moderasi yang diteliti juga menunjukkan empat pengaruh yang signifikan dari atribut influencer terhadap hubungan atribut konten dan intensi membeli. Hasil dari penemuan penelitian ini berimplikasi bahwa kualitas konten seorang influencer teknologi di media sosial memiliki bobot yang lebih kuat dibandingkan dengan bagaimana audiens memandang atribut influencer. Penemuan ini juga menekankan kepentingan lebih lanjut untuk memahami interaksi antara atribut konten dan atribut influencer dalam konteks yang berbeda-beda.