Tesis
Analisis Dampak Perbedaan Budaya Terhadap Penerimaan Film Asing di Indonesia
Analysis of the Impact of Cultural Distances on the Reception of Foreign Films in Indonesia
Pengarang:
Muh. Iskandar Zulkarnaen Tajuddin - ; Diah Widyawati (Pembimbing/Promotor) - ; Mohamad Dian Revindo (Penguji) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Pembimbing/Promotor) - ; Rizki Nauli Siregar (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis dampak perbedaan budaya (cultural distance) terhadap
penerimaan film asing di pasar Indonesia serta dinamika perdagangan produk
perfilman secara global. Dengan mengadaptasi model gravitasi perdagangan
internasional yang diperluas, penelitian ini mengintegrasikan dimensi budaya
Hofstede (power distance, individualism vs. collectivism, masculinity vs. femininity,
dan uncertainty avoidance) bersama variabel ekonomi (GDP total, GDP per capita,
jarak geografis). Menggunakan data sekunder periode 2009–2023 yang mencakup
jumlah penonton bioskop, pendapatan box office, dan indeks cultural distance dari
73 negara, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana cultural distance
memengaruhi preferensi penonton Indonesia serta dampaknya terhadap volume dan
nilai perdagangan film di tingkat internasional. Analisis dilakukan menggunakan
metode Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) untuk mengatasi
heteroskedastisitas dan zero trade flows. Penelitian ini mengisi celah literatur
dengan memberikan perspektif mendalam terhadap konteks sosial-budaya
Indonesia yang unik, serta kontribusi pada pengembangan teori model gravity
dalam perdagangan barang budaya dan pemahaman tentang dinamika industri
perfilman Indonesia di pasar global.
penerimaan film asing di pasar Indonesia serta dinamika perdagangan produk
perfilman secara global. Dengan mengadaptasi model gravitasi perdagangan
internasional yang diperluas, penelitian ini mengintegrasikan dimensi budaya
Hofstede (power distance, individualism vs. collectivism, masculinity vs. femininity,
dan uncertainty avoidance) bersama variabel ekonomi (GDP total, GDP per capita,
jarak geografis). Menggunakan data sekunder periode 2009–2023 yang mencakup
jumlah penonton bioskop, pendapatan box office, dan indeks cultural distance dari
73 negara, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana cultural distance
memengaruhi preferensi penonton Indonesia serta dampaknya terhadap volume dan
nilai perdagangan film di tingkat internasional. Analisis dilakukan menggunakan
metode Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) untuk mengatasi
heteroskedastisitas dan zero trade flows. Penelitian ini mengisi celah literatur
dengan memberikan perspektif mendalam terhadap konteks sosial-budaya
Indonesia yang unik, serta kontribusi pada pengembangan teori model gravity
dalam perdagangan barang budaya dan pemahaman tentang dinamika industri
perfilman Indonesia di pasar global.