Disertasi
The Role of Business Strategy and Climate Risk in Shaping ESG Performance and Tax Avoidance
Peran Strategi Bisnis dan Risiko Iklim dalam Membentuk Kinerja ESG dan Penghindaran Pajak
Pengarang:
Rima Kusuma Rini - ; Desi Adhariani (Pembimbing/Promotor) - ; Nanda Ayu Wijayanti (Penguji) - ; Luluk Widyawati (Penguji) - ; Yulianti (Penguji) - ; Dahlia Sari (CoPromotor) - ; Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar (Penguji) - ; Doddy Setiawan (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini memandang kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai hasil sekaligus sumber daya perusahaan. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana strategi bisnis dan risiko iklim memengaruhi kinerja ESG, serta bagaimana kinerja ESG selanjutnya berhubungan dengan penghindaran pajak perusahaan di negara-negara berkembang ASEAN. Dengan menggunakan teori legitimasi (legitimacy theory), pandangan berbasis sumber daya (resource-based view), dan teori kapabilitas dinamis (dynamic capability theory), penelitian ini menguji apakah perusahaan dengan orientasi strategi yang berbeda, yaitu prospektor dan defender, menunjukkan kinerja ESG yang berbeda dan selanjutnya memengaruhi perilaku perpajakan perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan data panel selama 16 tahun (2009–2024), yang mencakup 2.153 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan tercatat di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan efek tetap (fixed effects) untuk menguji hubungan yang dihipotesiskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan strategi prospektor memiliki kinerja ESG yang lebih rendah dibandingkan perusahaan dengan strategi defender. Temuan ini mencerminkan orientasi perusahaan prospektor yang lebih berfokus pada inovasi dan ekspansi pasar, sedangkan perusahaan defender lebih menekankan stabilitas, kepatuhan, dan adaptasi secara bertahap. Risiko iklim semakin memperbesar kesenjangan tersebut dengan membatasi kemampuan perusahaan prospektor dalam mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan kinerja ESG. Penelitian ini juga menemukan hubungan positif antara kinerja ESG dan penghindaran pajak, yang mengindikasikan bahwa kinerja ESG yang tinggi dapat membantu perusahaan mempertahankan legitimasi ketika melakukan praktik penghindaran pajak. Peran mediasi negatif kinerja ESG dalam hubungan antara strategi prospektor dan penghindaran pajak menunjukkan bahwa ESG tidak dapat dimanfaatkan sebagai pelindung legitimasi (legitimacy shield) apabila perusahaan prospektor memiliki orientasi ESG yang lebih rendah. Hasil pengujian ketahanan (robustness checks) menggunakan alternatif pengukuran penghindaran pajak, subsampel berdasarkan industri, pengukuran risiko iklim pada tingkat perusahaan, serta pendekatan variabel instrumental (instrumental variable) mendukung temuan utama penelitian.