Tesis
Extended producer responsibility (EPR) disclosures? determinants in Southeast Asian FMCG industry: Country- and firm-level analysis
Determinan pengungkapan tanggung jawab produsen diperluas (extended producer responsibility (EPR)) pada industri FMCG di Asia Tenggara: Analisis tingkat negara dan perusahaan
Pengarang:
Andi Manggala Putra - ; Desi Adhariani (Pembimbing/Promotor) - ; Telisa Aulia Falianty (Penguji) - ; Elvia Rosantina (Penguji) - ; Dwi Hartanti (Penguji) - ; Sabam Hutajulu (Penguji) - ; Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar (Penguji) - ; Miranti Kartika Dewi (CoPromotor) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginvestigasi pola implementasi dan program tanggung jawab produsen diperluas (extended producer responsibility (EPR)) serta (2) menguji determinan pengungkapan EPR pada industri fast-moving consumer goods (FMCG) dalam rezim EPR sukarela di negara-negara berpendapatan menengah di Asia Tenggara. Perusahaan mengungkapkan informasi terkait EPR untuk menunjukkan komitmennya terhadap kemasan berkelanjutan guna memperoleh legitimasi pragmatis, moral, dan kognitif. Berdasarkan teori legitimasi, faktor tingkat negara berupa tata kelola EPR, perkembangan ekonomi, dan perilaku korupsi, serta faktor tingkat perusahaan berupa kinerja keberlanjutan, komite keberlanjutan, dan eksposur media diidentifikasi memiliki hubungan dengan pengungkapan EPR. Analisis konten (content analysis) dilakukan terhadap laporan keberlanjutan atau laporan tahunan perusahaan FMCG di Asia Tenggara yang tersedia untuk publik guna menghasilkan indeks pengungkapan EPR. Analisis regresi data panel digunakan untuk menguji hubungan antara variabel tingkat negara dan tingkat perusahaan dengan pengungkapan EPR, dengan mengendalikan tata kelola perusahaan dan negara, kinerja lingkungan tingkat negara, rasio keuangan perusahaan, serta ketersediaan laporan keberlanjutan bagi publik. Hasil penelitian mengonfirmasi hipotesis bahwa variabel tingkat perusahaan, yaitu kinerja keberlanjutan, komite keberlanjutan, dan eksposur media, berhubungan positif dengan pengungkapan EPR. Faktor tingkat negara berupa PDB terbukti berhubungan negatif dengan pengungkapan EPR. Namun, variabel tingkat negara berupa tata kelola EPR dan korupsi tidak berhubungan dengan pengungkapan EPR. Hasil penelitian tetap konsisten (robust) pada berbagai model dan spesifikasi yang berbeda. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pengungkapan spesifik serta memberikan kontribusi praktis bagi instansi pemerintah dan praktisi di industri FMCG.