Disertasi
Pengaruh Horison waktu investor publik terhadap investasi dan efisiensi harga saham perusahaan
Pengarang:
Panutan S. Sulendrakusuma -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara horison waktu investor publik dengan keputusan investasi perusahaan. Secara lebih spesifik tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh horison waktu investor publik terhadap keputusan investasi perusahaan, pengaruh keputusan investasi perusahaan terhadap persepsi investor publik untuk nilai perusahaan, dan pengaruh horison waktu investor publik terhadap efisiensi harga saham suatu perusah~. Pasar modal berpengaruh terhadap keputusan investasi perusahaan apabila investor publiknya berhorison waktu pendek. Pengaruh pasar modal tersebut tercermin dari penggunaan conditional expected return sebagai hurdle rate keputusan investasi perusahaan. Keberadaan investor publik yang berhorison waktu pendek akan mendorong pasar menjadi lebih likuid sehingga meningkatkan aktivitas arbitrase dan menyebabkan harga saham suatu perusahaan menjadi lebih efisien. Akibatnya, harga saham perusahaan yang investor publiknya berhorison waktu pendek akan mencerminkan kemampuan fundamental perusahaan dan biaya modal yang dihitung dari conditional expected return memang mencerminkan biaya modal perusahaan yang sebenamya. Oleh karena itu, penggunaan conditional expected return dalam keputusan investasi perusahaan bukan untuk melayani sentimen investor publik. Temuan ini menunjukkan bahwa teori catering tidak terbukti di pasar modal Indonesia yaitu persepsi investor publik terhadap nilai perusahaan tidak terpengaruh oleh keputusan investasi perusahaan. Hasil penelitian lainnya adalah keputusan investasi perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia terutama didorong oleh variasi besamya laba bersih perusahaan. F enomena ini mengindikasikan bahwa sumber dana eksternal merupakan sumber dana yang lebih mahal dibandingkan dengan sumber dana internal, sehingga ketersediaan dana internal menjadi faktor pendorong utama perusahaan untuk melakukan investasi. Hasil penelitian ini mendukung pendapat dari Mayer (1988), Froot, Scharfstein, dan Stein (1994), Rajan dan Zingales (1995), serta Mayer dan Sussman, 2003) yang menyatakan bahwa laba ditahan merupakan sumber utama bagi pendanaan investasi perusahaan. Hasil penelitian seperti ini meramalkan bahwa perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melakukan investasi di bawah tingkat investasi yang seharusnya (underinvestment).Ada tabel