Text
Dana investasi asing langsung akan selalu tertuju ke negara-negara atau kawasan yang menjanjikan tingkat hasil finansial dan kadar kepastian paling tinggi dengan kata lain yang tingkat risikonya paling kecil. Salah satu country risk yang sangat berpengaruh terhadap masuknya investasi asing langsung adalah inflasi. Tingkat inflasi yang semakin tinggi akan menciptakan ketidakpastian dalam perekonomian, yang berupa memburuknya distribusi pendapatan, timbulnya ketidakstabilan politik, serta berbagai permasalahan dalam ekonomi yang kesemuanya itu akhirnya akan mempengaruhi kepercayaan investor asing untuk menanamkan modalnya ke dalam suatu negara. Ketidakpastian dalam perekonomian akan memperbesar tingkat resiko, apalagi jika investasi yang akan dilakukan jangka waktunya cukup lama. Penggunaan sistem purchasing power parity (PPP) sering menjadi sebab timbulnya perdebatan di masyarakat mengenai, apakah nilai rupiah sebenarnya terlalu tinggi (overvalued ), atau terlalu rendah (undervalued ). Dan kalau memang ada selisih tersebut berapa besarnya, karena nilai rupiah yang overvalued akan merangsang peningkatan pelarian modal ke luar negeri. Indonesia telah mengimplementasikan sistem nilai tukar yang berbeda -beda dalam tiga dekade terakhir. Semenjak tahun 70-an Indonesia menggunakan sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate). Kemudian berganti sistem nilai tukar pada tahun 1978 dengan sistem mengambang terkendali ( managed floating), dan yang pada akhirnya beralih menjadi sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating ) semenjak krisis tahun 1997. Kebijakan nilai tukar yang diterapkan sangat berpengaruh di dalam menentukan pertumbuhan ekonomi dan stabilisasi nilai tukar. Dalam penelitian ini, inflasi mempunyai dampak negatif terhadap foreign direct investment, karena masuknya investasi asing langsung merupakan fungsi negatif dari tingkat risiko yang diharapkan.. Walaupun dampak negatif tersebut tidak dapat dihilangkan, namun bisa dikurangi dengan menerapkan kebijakan nilai tukar yang dapat menghindari terjadinya overvalued mata uang dalam negeri. Ada tabel.
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 4958 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Monetary policy Foreign investment |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | ii, 111 p. diagr. 30 cm. |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |