Logo

Pusat Sumber Belajar FEB UI

  • FAQ
  • Berita
  • Rooms
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
  • Search
  • Google
  • Advanced Search
*sometimes there will be ads at the top, just scroll down to the results of this web
Segmentasi konsumen berdasarkan demografis atau psikografis studi kasus produk t...
Mulya, Asep Depi - ,
Fakultas Ekonomi UI (2004)
5004
Skripsi
PSB lt.2 - Karya Akhir

Text

Segmentasi konsumen berdasarkan demografis atau psikografis studi kasus produk toiletris pada konsumen remaja di Jabotabek diajukan oleh Asep Depi Mulya

Mulya, Asep Depi -

Perubahan gaya hidup dikota-kota besar, telah mendorong pakar-pakar riset pemasaran dan ahli tingkah laku manusia untuk memformulasikan pola kategorisasi segmentasi pasar yang berbasis demografi dan psikografi. Segmentasi yang didasari analisa psikografis ini bukanlah merupakan suatu metode yang baru karena telah banyak penelitian-penelitian yang telah dilakukan berkenaan dengan konsep segmentasi psikografis ini. Salah satu penelitian yang dilakukan itu adalah meneliti tingkat efektifitas perbedaan dalam penggunaan kedua metode segmentasi tersebut dalam mensegmentasikan remaja dalam preferensinya terhadap merek-merek produk toiletris. Produk- produk toiletris yang sering digunakan oleh remaja mempunyai sedikit perbedaan dengan yang digunakan oleh masyarakat lainnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan remaja itu sendiri dalam memilih produk-produk tersebut, yang didasarkan pada karakteristik dan fungsi yang terdapat pada produk yang mereka gunakan dalam kesehariannya tersebut. Sehingga, perlu diambil suatu pembagian segmentasi pada setiap merek produk - produk itu agar pihak perusahaan dapat melakukan pemasaran yang efektif terhadap konsumen remaja tersebut. Perbedaan karakteristik produk tersebut antara lain, produk toiletris yang digunakan oleh remaja biasanya cenderung dikemas dengan keadaan yang menarik (mencolok) kemudian dengan penamaan yang unik ditambah dengan promosi yang gencar dilakukan oleh produsen produk tersebut. Seluruh hal tersebut diatas tidak terlepas dari keunikan konsumen remaja itu sendiri. Nilai-nilai konsumen yang ada pada remaja tersebut memberikan pemasar sebuah arahan untuk bisa memberikan yang terbaik dalam memuaskan kebutuhannya dan meningkatkan preferensi merek. Pada penelitian ini, penulis mengambil konsumen remaja yang didasarkan pada pengertian yang diberikan oleh WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) yaitu dengan batasan usia antara 12 sampai 24 tahun yang berada di wilayah Jabodetabek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui segmen atau kelompok-kelompok remaja sebagai pengguna produk toiletris dengan membandingkan dua alat segmentasi yaitu demografi dan psikografi dan dari dua alat tersebut dicari manakah yang paling cocok untuk mensegmentasikan remaja tersebut dan untuk mengetahui strategi segmentasi yang manakah yang cocok untuk digunakan oleh perusahaan-perusahaan penghasil produk-produk toiletris berkaitan dengan yang digunakan oleh remaja Sifat penelitian ini adalah bersifat konklusif (conclusive) dimana tujuan utamanya adalah untuk menguji hipotesis dan hubungan spesifik tertentu. Selain itu, penelitian ini akan menghasilkan suatu kesimpulan tertentu yang dapat digunakan oleh para pengambil keputusan, khususnya bagi para pengambil keputusan di perusahaan penghasil produk-produk toiletris bagi remaja. Penelitian ini pun menggunakan desain riset yang bersifat descriptive research, yaitu suatu jenis riset konklusif yang mempunyai tujuan utama untuk menggambarkan sesuatu, menentukan sesuatu, terutama karakteristik-karakteristik atau fungsi suatu pasar. Tahapan analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada 5 tahapan utama yang menjadi dasar dalam pengambilan kesimpulan hasil penelitian ini. Tahap pertama adalah analisis reabilitas dan analisis deskriptif. Tahap kedua adalah Analisis Brand Usage & Preference Ratio (consumer brand preference) pada merek-merek produk toiletries. Kemudian, tahap ketiga adalah analisis faktor terhadap 46 pernyataan variabel psikografis dan analisis cluster terhadap 46 pernyataan variabel psikografis. Tahap keempat adalah Brand Preference Differentiation antar variabel demografi dan psikografis dengan menggunakan analisis ANOVA. Tahap keempat ini merupakan tahap yang palng akhir dalam menggunakan SPSS 11.5 yang selanjutnya dilanjutkan ke tahap kelima yaitu membuat perbandingan rata-rata dari jumlah merek yang telah teridentifikasi secara signifikan dalam hasil ANOVA antara variabel demografi dan variabel cluster psikografi. Hasil penelitian ini salah satunya mencari tahu alasan yang melatarbelakangi responden remaja dalam memilih merek-merek produk toiletris yang penulis jadikan bahan penelitian. Hasilnya menyimpulkan bahwa faktor kualitas adalah fackor yang paling dipertimbangkan remaja dalam memilih sebuah produk. Walaupun hasil kesimpulan ini kurang begitu lazim, namun ini lah hasil penelitian yang penulis dapatkan dalam penelitian ini. Kemudian, penelitian ini pun menghasilkan suatu kesimpulan bahwa dari penggunaan kedua metode segmentasi dalam penelitian ini, menghasilkan suatu hasil dimana metode yang lebih efektif untuk digunakan pada responden remaja adalah metode segmentasi secara demografi. Hal itu dibuktikan dengan hasil ANOVA yang lebih banyak menghasilkan merek yang signifikan pada variabel demografi. Ada tabel


Ketersediaan

Call NumberLocationAvailable
5004PSB lt.2 - Karya Akhir1
PenerbitDepok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004
Edisi-
SubjekMarketing
ISBN/ISSN-
Klasifikasi-
Deskripsi Fisikxix, 117 p. diagr. 30 cm.
Info Detail Spesifik-
Other Version/RelatedTidak tersedia versi lain
Lampiran BerkasTidak Ada Data

Pencarian Spesifik
-
Where do you want to share?