Logo

Pusat Sumber Belajar FEB UI

  • FAQ
  • Berita
  • Rooms
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
  • Search
  • Google
  • Advanced Search
*sometimes there will be ads at the top, just scroll down to the results of this web
No image available for this title

Text

Analisa variabel makroekonomi yang mempengaruhi tingkat pengembalian saham Blue Chips di Bursa Efek Jakarta diajukan oleh Arief Sutanto

Rustanto, Arif - ;

Krisis ekonomi yang melanda Asia, termasuk Indonesia, yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 tak pelak lagi menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi dunia. Tatanan ekonomi Asia yang rapuh mulai terlihat manakala Baht, mata uang Thailand, diserang oleh spekulan dan menjalar ke beberapa negara Asia yang umumnya memiliki struktur perekonomian relatif sama. Khusus untuk Indonesia, fluktuasi variabel makroekonomi sedemikian besar ketika terjadi krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Fluktuasi tersebut menyebabkan ketidakpastian di dunia investasi juga semakin meningkat. Untuk mengetahui pengaruh fluktuasi variabel makro tersebut terhadap investasi saham di Indonesia, maka skripsi ini disusun, dengan menggunakan saham Blue Chips sebgai sampelnya. Analisa dalam skripsi ini menggunakan model APT dengan faktor internal (dalam negeri) adalah SBI, inflasi, PDB, dan Return IHSG. Sedangkan faktor eksternal (luar negeri) yaitu Return Indeks Nikkei dan Return Indeks Hangseng. Diperkirakan variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap return saham Blue Chips di BEJ. Penelitian ini menggunakan data series bulanan dengan rentang waktu selama tahun 1998 ? 2002. Hasil yang didapat dalam skripsi ini adalah, dari 15 saham Blue Chips yang diuji, pada regresi tahap 1 ternyata semua saham tersebut signifikan dengan uji-F pada alpha 5%. Melalui uji-t pada alpha 5% dan 10%, variabel yang paling banyak mempengaruhi saham Blue Chips adalah SBI, PDB, dan RIHSG. Koefisien return IHSG ternyata positif pada semua saham yang diuji. Artinya, arah pergerakan return saham sampel tersebut sama dengan return IHSG. Hal ini menandakan kinerja Bursa Efek Jakarta bisa dijadikan acuan dalam menilai kinerja saham Blue Chips tersebut Melalui regresi tahap 1, saham Indosat ternyata tidak sesuai dengan hipotesa awal, bahwa dSBI berhubungan negatif dan dPDB berhubungan positif dengan return saham Indosat. Hal ini terjadi karena return saham Indosat lebih kecil daripada Rf sehingga Ri ? Rf bernilai negatif. Dalam regresi tahap 2, dengan tingkat Adjusted R2 sebesar 71,26% dan pada alpha 5%, beta SBI berkorelasi negatif, sedangkan beta PDB dan RIHSG berkorelasi positif dengan tingkat pengembalian rata-rata saham Blue Chips. Namun jika pengujian dilakukan secara serentak, beta dari SBI, PDB, dan RIHSG berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian rata-rata saham Blue Chips (uji-F signifikan pada alpha 5%) Pada regresi tahap dua, koefisien beta yang tidak memenuhi kaidah teori APT hanya γdSBI, sedangkan untuk koefisien beta yang lain secara statistik telah memenuhi kaidah teori APT. Untuk mendapatkan hasil yang variansnya lebih kecil, sebaiknya penelitian selanjutnya dilakukan pada periode dimana variabel-variabel makro tersebut relatif stabil. Perlu juga dimasukkan beberapa variabel lain, seperti kinerja bursa saham Nasdaq dan Dow Jones, juga variabel yang datang dari emiten sendiri, seperti stock split, deviden, dan sebagainya yang diperkirakan dapat mempengaruhi return saham secara signifikan.Ada tabel, lamp : 24 p. + CD


Ketersediaan

Call NumberLocationAvailable
5016PSB lt.2 - Karya Akhir1
PenerbitDepok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004
Edisi-
SubjekShares
Macroeconomics
ISBN/ISSN-
Klasifikasi-
Deskripsi Fisikvii, 62 p. ill 30 cm & lamp
Info Detail Spesifik-
Other Version/RelatedTidak tersedia versi lain
Lampiran BerkasTidak Ada Data

Pencarian Spesifik
Where do you want to share?