Text
Saat ini persaingan yang semakin ketat antar berbagai macam produk yang menawarkan berbagai macam produk yang meanwarkan feature dan benefit serupa membuat para pemasar mencoba bergeser menawarkan benefit menjadi menawarkan experience atau pengalaman unik kepada konsumen, yang disebut dengan experiential marketing. Salah satu perusahaan consumer goods di Indonesia yang telah menerapkan experiential marketing adalah PT Indofood Sukses Makmur, yang menerapkannya untuk produk Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara. Produk ini menawarkan berbagai rasa masakan khas dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah tentang experiential marketing Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara ditinjau dari sisi perilaku konsumen di DKI Jakarta. Perilaku konsumen yang akan diteliti adalah karakteristik konsumen, faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen, proses pembuatan keputusan pembelian, perilaku sesudah pembelian., dan atribut-atribut apa yang diinginkan oleh konsumen dari sebuah mi instan. Experiential marketing yang diteliti adalah Strategic Experiential Module dan Strategic Experiential Provider Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara yang dirasakan oleh konsumen. Dengan meneliti hal-hal tersebut, diharapkan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan implementasi strategi experiential marketing Indofood untuk Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara. Penelitian ini mengumpulkan data sekunder dan primer. Data primer dikumpulkan melalui FGD dan penyebaran survey kepada 100 orang responden dengan metode convenience sampling. Data dianalisa menggunakan frequency analysis, cross tabulation, dan uji Chi-square. Dari hasil peneltian yang dipeeroleh dari FGD dan survey diperoleh kesimpulan bahwa mayoritas responden berusia 18-23 tahun, pengeluaran rata-rata perbulannya sebesar Rp.500.000-Rp.999.999 perbulan. Konsumen termasuk sering mengkonsumsi mi instan tetapi mereka belum merasa mi instan adalah kebutuhan hidup. WOM tidak memiliki pengaruh kuat dalam keputusan pembelian. Frekuensi konsumsi Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara masih kurang sering. Alasan mayoritas konsumsi pertama kali dan berikutnya karena alasan emosional. Rasa yang paling disukai di DKI Jakarta adalah Mi Goreng Jawa, Cakalang, Rendang Pedas, Soto Betawi dan Sop Buntut. Sumber informasi terbanyak adalah melihat di supermarket dan iklan di TV. Mayoritas konsumen merasakan pengalaman berkesan dan puas, yang mempunyai keterkaitan dengan loyalitas. Persepsi terhadap Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara secara umum kurang baik. Urutan atribut daya tarik pemasaran yang dipertimbangkan oleh konsumen adalah product, price, place, dan promotion. Experiential marketing Indomie seri Mutiara Lintas Budaya Nusantara termasuk berhasil, dengan urutan SEMs berikut: Sense, Think, Relate, Feel, dan Act. ExPros yang paling memberikan pengalaman berkesan adalah kemasan. Sedangkan ExPros yang perlu dilakukan adalah website. Ada tabel, lamp : 65 p. + CD
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5021 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Marketing |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xvii, 152 p. ill 30 cm & lam |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |