Text
Semakin banyak produk yang beredar dipasaran mengakibatkan semakin banyak pula iklan yang beredar di berbagai media dengan tujuan menarik perhatian masyarakat kepada produk yang diiklankan. Berbagai cara dilakukan pengiklan agar dapat membuat iklannya dilihat berbeda dan menarik perhatian masyarakat. Satu cara atau teknik yang sekarang ini semakin banyak digunakan pengiklan adalah dengan menggunakan seks sebagai daya tarik utama iklannya. Tetapi banyak yang meragukan keefektifan iklan dengan daya tarik seks tersebut bila dibandingkan dengan iklan yang tidak menggunakan daya tarik seks. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas komunikasi iklan media cetak majalah yang menggunakan sex appeals dalam iklannya di kalangan mahasiswa pada keseluruhan tahapan dari Hierarchy of Effects Models dibandingkan dengan iklan media cetak majalah yang menggunakan non sex appeals. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada 100 responden yaitu mahasiswa S1 reguler Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia angkatan 2003. Sampel ditarik dengan teknik convinience sampling. Dari hasil analisis data yang dilakukan, ada dua tahapan dari Hierarchy of Effects Models dimana iklan yang menggunakan sex appeals lebih efektif dibandingkan iklan yang menggunakan non sex appeals dan ada empat tahapan dari Hierarchy of Effects Models dimana iklan yang menggunakan non sex appeals lebih efektif dibandingkan iklan yang menggunakan sex appeal. Sedangkan secara keseluruhan tahapan Hierarchy of Effects Models iklan yang menggunakan non sex appeals dikatakan lebih efektif dibandingkan yang menggunakan sex appeals. Temuan ini setidaknya dapat memberi informasi bahwa iklan yang menggunakan sex appeals sebagai daya tarik utama dapat lebih efektif dari iklan yang menggunakan non sex appeals di beberapa tahapan dari Hirarchy of Effects Models, dan hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Akan tetapi secara keseluruhan dikatakan iklan yang menggunakan non sex appeals lebih efektif dibandingkan iklan yang menggunakan sex appeals, hal ini juga terkait dari sifat produk yang diuji yang merupakan produk high involvement. Bagi pihak-pihak yang berkepentingan, terutama produsen dan agensi iklan, dapat diperhatikan bahwa iklan yang menggunakan sex appeals kurang efektif dibandingkan iklan yang menggunakan non sex appeals untuk produk high involvement di media majalah dan di kalangan mahasiswa, sehingga jika ingin membuat iklan yang efektif, harus dilihat terlebih dahulu karakteristik dari produk itu sendiri dan target market produk mereka. Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5032 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Depatemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Marketing communication Advertising |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xviii, 205 p. : diagr. ; 30 cm |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |