Text
Aktivitas komunikasi perusahaan diidentikkan dengan kegiatan periklanan. Walaupun volume periklanan berfluktuatif, namun televisi diperkirakan akan tetap menguasai porsi terbesar belanja iklan nasional. Biaya yang signifikan untuk beriklan di televisi tentunya perlu dianalisis efektivitasnya. Di sisi lain, iklan yang jumlahnya terlalu banyak cenderung mengganggu dan kurang persuasif. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisis hubungan antara variabel sikap terhadap merek Lux (Brand Attitude) dan sikap terhadap iklan Lux Nutrition Boost pada media televisi (Attitude toward Advertising), dengan variabel intensi beli (Purchase Intent) Produk Lux Nutrition Boost. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan analisis frekuensi, analisis ANOVA, analisis korelasi, dan tabulasi silang. Hasil yang didapat adalah terdapat perbedaan mean (rata-rata) antara brand attitude dan intensi pembelian, akan tetapi tidak terdapat perbedaan mean antara attitude toward advertising dan intensi pembelian. Serta tidak terdapat interaksi antara brand attitude dan attitude toward advertising dalam mempengaruhi intensi pembelian. Oleh karena itu perusahaan sebaiknya mengurangi alokasi iklan pada media televisi dan menambah anggaran untuk kegiatan relasi publik yang inovatif dan bermanfaat secara sosial. Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5033 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Depatemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Promotion Advertising |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | vii, 93 p. : diagr. ; 30 cm |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |