Logo

Pusat Sumber Belajar FEB UI

  • FAQ
  • Berita
  • Rooms
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
  • Search
  • Google
  • Advanced Search
*sometimes there will be ads at the top, just scroll down to the results of this web
Evaluasi pemilihan sistem nilai tukar di Indonesia : Studi teoritis dan empiris
Ranny Anggraeni - ,
Departemen Studi Ilmu Ekonomi UI (2004)
5035
Skripsi
PSB lt.2 - Karya Akhir

Text

Evaluasi pemilihan sistem nilai tukar di Indonesia : Studi teoritis dan empiris

Ranny Anggraeni -

Pemilihan rezim nilai tukar yang paling tepat bagi suatu negara telah menjadi perdebatan sepanjang masa. Karena dalam memilih suatu bentuk sistem nilai tukar perlu dipertimbangkan sisi kelebihan dan kekurangannya (cost and benefit). Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih sistem nilai tukar, antara lain ukuran perekonomian negara tersebut, keterbukaan perekonomiannya dengan negara lain, struktur produksi dan ekspornya, tingkat inflasi, perkembangan sistem keuangannya, dukungan devisa, ketahanan perekonomian terhadap goncangan, tingkat kredibilitas, dan lain sebagainya. Dari beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan di atas, maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa tidak ada suatu sistem nilai tukar yang paling tepat dan ideal untuk semua negara (there is no single ideal exchange rate that is appropriate for all countries). Bertolak dari penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk mengevaluasi tiga sistem nilai tukar yang pernah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1971 hingga 2002, yaitu sistem nilai tukar tetap, mengambang terkendali dan mengambang bebas dalam menjaga tingkat persaingan produk ekspor Indonesia (competitiveness), kestabilan makro ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung evaluasi nilai tukar yang dilakukan, penulis juga melihat dari sisi misalignment yang terjadi. Yaitu tidak terjadinya keseimbangan antara nilai tukar riil aktual dengan nilai tukar riil equilibrium jangka panjang. Dengan menggunakan model Behaviour Equilibrium Exchange Rate (BEER) yang dikembangkan oleh Edwards dan diestimasi dengan Ordinary Least Square (OLS) dapat disimpulkan bahwa terjadi misalignment pada ketiga rezim nilai tukar yang pernah berlaku di Indonesia. Setelah melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem nilai tukar di Indonesia, dapat disimpulkan pernyataan ?there is no single ideal exchange rate that is appropriate for all countries? menjadi terbukti. Karena keputusan otoritas moneter untuk menerapkan suatu sistem nilai tukar lebih didasarkan pada kondisi perekonomian negara saat itu. Ada tabel


Ketersediaan

Call NumberLocationAvailable
5035PSB lt.2 - Karya Akhir1
PenerbitDepok: Departemen Studi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia 2004
Edisi-
SubjekBanks
Exchange rates
ISBN/ISSN-
Klasifikasi-
Deskripsi Fisikvi, 170 p. : diagr. ; 30 cm & lamp
Info Detail Spesifik-
Other Version/RelatedTidak tersedia versi lain
Lampiran BerkasTidak Ada Data

Pencarian Spesifik
-
Where do you want to share?