Text
Standar akuntansi keuangan mendefinisikan akuntansi sebagai bahasa yang digunakan manajemen untuk berkomunikasi dengan eksternal stakeholders perusahaan. Standar akuntansi keuangan membolehkan manajer untuk melakukan penilaian atau judgment dalam pelaporan akuntansinya. Hal ini ternyata berpotensi untuk membuat laporan keuangan lebih informatif. Tetapi meskipun demikian, karena praktik dalam auditing tidak sempurna, sehingga hal tersebut pun menciptakan peluang bagi manajer untuk melakukan pengelolaan laba dimana manajer memilih metode atau estimasi akuntansi tidak benar-benar sesuai dengan karakteristik bisnisnya. Beberapa penelitian memfokuskan pada faktor-faktor yang dapat membatasi tindakan pengelolaan laba. Ada dua faktor yang diprediksi dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan tindakan pengelolaan laba yaitu kebijakan pengungkapan atau disclosure yang proporsional dan corporate governance yang efektif. Sedangkan corporate governance yang efektif dapat ditilik dari unsur-unsur corporate governance itu sendiri yaitu komposisi dewan komisaris seperti outsiders, affiliate, dan insiders, ukuran dewan komisaris, dan komite audit. Jadi intinya adalah apakah unsur-unsur tersebut diatas mampu menciptakan atau menampilkan good corporate governance yang dikaitkan pengelolaan laba. Ada lamp. : 1 p. and Disk
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5046 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2004 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Corporate governance Profit |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | x, 53 p. ; 30 cm & lamp |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |