Text
Ditengah kompetisi yang semakin ketat, saat ini perusahaan berlomba-lomba untuk menarik konsumennya. Berbagai strategi digunakan untuk bertahan dalam persaingan dan memenangkan pangsa pasar termasuk diantaranya melalui pengembangan konsep merek. Hal ini perlu dilakukan guna mempengaruhi persepsi konsumen terhadap citra merek perusahaan ( corporate brand image ). Terlebih dalam pemasaran jasa, yang sifatnya relatif tak berwujud. Dengan karakteristik seperi itu, citra ( image ) menjadi faktor utama dalam membedakan penawaran suatu jasa dari pesaingnya. Sehubungan dengan hal tersebut, apa yang dialami BNI pada beberapa periode lalu terkait dengan kasus pembobolan LC fiktif di BNI Kebayoran Baru Jakarta Selatan senilai Rp.1, 7 Triliun, yang sempat menjatuhkan kredibilitas dan citra BNI di mata publik, membuat pihak Manajemen Baru pasca kasus LC tersebut memutuskan adanya restrukturisasi total yang dalam salah satu tahapnya mengusung program rebranding BNI. Program rebranding BNI adalah langkah penyempurnaan identitas merek perusahaan ( corporate brand identity ) yang bertujuan untuk mengangkat corporate brand image BNI. Salah satu wujud kasat mata dari program ini terlihat dari pergantian logo dan slogan BNI. Selain itu langkah ini diiringi dengan perbaikan corporate identity lainnya, termasuk di antaranya perbaikan layanan dan jaringan. Berbagai cara yang ditempuh dalam program rebranding ini adalah dimaksudkan untuk merubah persepsi konsumen agar image BNI yang terbentuk berangsur menjadi lebih baik. Selanjutnya keberhasilan dari usaha rebranding BNI ini pun dipertanyakan. Penelitian ini mencoba memberi jawaban atas pertanyaan tersebut, melalui analisis persepsi konsumen terhadap brand image BNI pra dan pasca rebranding. Dengan begitu, penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sejauh mana perubahan persepsi konsumen yang terjadi atas brand image BNI pra dan pasca rebranding, untuk melihat peran dari usaha rebranding yang dilakukan BNI dalam merubah persepsi konsumen. Metode deskriptif akan digunakan dalam penelitian ini. Responden yang diambil adalah pelanggan BNI sejak sebelum bulan Juli tahun 2004. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistical tools yaitu descriptive frequencies analysis, deskriptive mean analysis, dan paired sample t-test. Dari hasil analisis ditemukan bahwa proporsi responden yang tahu dan tidak tahu mengenai pergantian logo BNI hampir seimbang. Sebagian dari responden mengetahui pergantian logo BNI dan sebagian lagi tidak mengetahui pergantian logo BNI. Sedangkan pengetahuan responden terhadap pergantian slogan masih sangat minim, dengan melihat kenyataan berdasarkan hasil analisis bahwa proporsi responden yang tahu dan tidak tahu pergantian slogan BNI sangat tidak seimbang. Sebagian besar responden tidak mengetahui pergantian slogan BNI, dan hanya sebagian kecil yang mengetahu hal tersebut. Dari hasil analisis juga diperoleh informasi bahwa program rebanding yang dilakukan BNI cukup berperan dalam merubah persepsi responden dan mengangkat corporate brand image BNI. Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5277 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2006 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Brand image Consumer perception |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xiv, 112 p., 49 p. : diagr., ill. ; 30 cm & lamp. |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |