Text
Secara teoritis, kerangka kebijakan Inflation Targeting mendapatkan legitimasi karena menempatkan sasaran inflasi sebagai sasaran yang paling relevan bagi kebijakan moneter. Berkaitan dengan masalah nilai tukar, bank sentral yang menerapkan Inflation Targeting akan merespon pergerakan nilai tukar selama pergerakan tersebut diperkirakan mempengaruhi pencapaian target inflasi. Dalam penerapannya, persyaratan (precondotion) terpenting dari penerapan kerangka ini adalah independensi bank sentral. Penerapan Inflation Targeting (IT) pada tiga negara ASEAN, yaitu Indonesia, Filipina, dan Thailand yang pernah mengalami puncak krisis moneter pada akhir tahun 1990an tentu akan menimbulkan dampak tertentu terutama pada kinerja ekonomi makro, maka dari itu pokok bahasan ini menjadi ide utama skripsi ini. Dengan menggunakan data panel sejak tahun 1980 hingga akhir tahun 2003 dan juga menggunakan tiga persamaan (equation) yang berbeda kemudian dapat diketahui bahwa Inflation Targeting (IT) dapat meningkatkan kinerja ekonomi makro dan menjaga stabilitas tingkat inflasi.Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 5304 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2005 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Macroeconomics ASEAN Macroeconomics : Inflation |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | vii, 124 p. : diagr. ; 30 cm. |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |