Logo

Pusat Sumber Belajar FEB UI

  • FAQ
  • Berita
  • Rooms
  • Bantuan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
  • Search
  • Google
  • Advanced Search
*sometimes there will be ads at the top, just scroll down to the results of this web
No image available for this title

Text

Pengaruh mekanisme transmisi kebijakan moneter jalur kredit perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi periode 1990:01-1997:07 dan 1997:08-2005:06

Lana Soelistianingsih (Pembimbing/Promotor) - ; Suraya - ;

Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan atau suku bunga untuk mencapai stabilitas ekonomi makro yang berjalan melalui suatu mekanisme transmisi. Untuk melihat bagaimana mekanisme transmisi tersebut berjalan dalam menerangkan pengaruh kebijakan moneter terhadap besaran-besaran makroekonomi, seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi, maka langkah-langkah untuk evaluasi efektivitas kebijakan moneter secara runtut, yaitu pelaksanaan kebijakan moneter melalui instrumen moneter, pengaruhnya terhadap target operasional dan pengaruh akhir terhadap tujuan yang dicapai. Pada tahun 1997, Indonesia mengalami krisis contangion effect atas melemahnya mata uang bath Thailand. Krisis bermula dari nilai tukar kemudian menjalar menjadi krisis perbanka, akhirnya mempengaruhi proses mekanisme transmisi kebijakan moneter, Stiglitz dan Greenwald (2003) mengatakan bahwa efektivitas kebijakan moneter sangat tergantung pada kondisi perbankan terutama dalam penyaluran kredit. Goldfajn dan Gupta (1999) menyatakan bahwa kebijakan moneter kurang berhasil pada negara yang mengalami krisis perbankan yang parah. Jika kondisi perbankan bermasalah maka mekanisme transmisi kebijakan moneter tidak berjalan dengan efektif akibatnya akan mempengaruhi peran perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi. Mengingat pentingnya kredit maka efektivitas kebijakan moneter melalui mekanisme transmisi jalur kredit perbankan pada saat sebelum dan setelah krisis di Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Pertama, dengan melihat dan membandingkan pengaruh perubahan suku bunga SBI melalui jalur kredit perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, pengaruh perubahan suku bunga SBI melalui jalur kredit perbankan terhadap tingkat inflasi. Dengan menggunakan metode Vector Auto Regressive (VAR) ditemukan bahwa, krisis yang melanda Indonesia telah mengurangi efektivitas kebijakan moneter dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui kredit.Ada tabel


Ketersediaan

Call NumberLocationAvailable
5442PSB lt.2 - Karya Akhir1
PenerbitDepok: Universitas Indonesia 2006
Edisi-
SubjekEconomic growth
Credit
Monetary policy
Inflation
Banking
ISBN/ISSN-
Klasifikasi-
Deskripsi Fisikxiv, 138 p., 21 p. : diagr. ; 30 cm & lamp
Info Detail Spesifik-
Other Version/RelatedTidak tersedia versi lain
Lampiran BerkasTidak Ada Data

Pencarian Spesifik
Where do you want to share?