Perbedaan pengaruh antara industri kecil dan menengah (IKM) orientasi ekspor dengan non ekspor terhadap output produksi IKM di Yogyakarta tahun 2000
Deskripsi
Industri Kecil dan Menengah ( IKM) disebut sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, karena sejak krisis ekonomi terjadi di Indonesia tahun 1997, IKM telah menunjukkan keunggulannya untuk bertahan dari krisis di kala industri b esar banyak yang berguguran. Di Yogyakarta, Sekitar 90% lebih kegiatan usaha adalah IKM dimana tenaga kerja yang terlibat di seluruh IKM di Yogyakarta berjumlah sekitar 1/3 dari total penduduk kota Yogyakarta. Selain meneliti tentang pengaruh ekspor terhadap outp ut produksi IKM di Yogyakarta, p aper ini juga meneliti tentang perbedaan elastisitas modal(investasi) & tenaga k erja terhadap output produksi antara IKM ekspor dengan non ekspor di Yogyakarta. Dengan menggunakan metode regresi Ordinary Least Square (OLS) dan menggunakan data kerat l intang (Cross Section ) per perusahaan(UKM) di Yogyakarta tahun 2000 , ditemukan bahwa investasi, tenaga kerja dan nilai ekspor berhubungan positif terhadap output produksi IKM di Yogyakarta. Slain itu, ditemukan juga bahwa elastisitas tenaga k erja & modal(investasi) pada IKM e kspor lebih besar daripada IKM non ekspor di YogyakartaAda tabel