Text
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperoleh dana bagi usahanya adalah dengan melakukan penawaran umum saham /initial public offering (IPO) melalui pasar modal. Fenomena yang umumnya terjadi berkaitan dengan IPO saham adalah terjadinya underpriced IPO, yang artinya harga yang ditetapkan pada penawaran perdana lebih kecil dari harga yang terjadi pada saat saham tersebut mulai diperdagangkan di pasar sekunder. Beberapa penjelasan teoritis mengenai underpricing IPO didasarkan pada asumsi adanya asymmetric information, dimana terdapat perbedaan informasi yang diketahui oleh berbagai pihak yang terlibat dalam IPO terutama issuer, underwriter, dan investor. Informasi mengenai faktor-faktor yang diindikasikan dapat berpengaruh terhadap tingkat underpricing harga perdana saham dapat diperoleh dalam prospektus perusahaan. Prospektus tersebut terutama sangat terkait dengan bagaimana calon investor maupun investor di pasar sekunder melakukan penilaian terhadap nilai wajar saham yang ditawarkan emiten. Keseluruhan pengujian hipotesis dilakukan untuk menganalisis pengaruh reputasi underwriter, dan informasi lain mengenai emiten yang ada dalam prospektus, yaitu usia perusahaan, prosentase saham yang ditahan pemegang saham lama, ROA, financial leverage, ukuran perusahaan, dan PER secara individu maupun bersama-sama terhadap tingkat underpriced IPO di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama tahun 2000-2003. Tingkat underpriced yang diteliti adalah yang terjadi pada penutupan hari pertama perdagangan saham di pasar sekunder. Penelitian ini menggunakan sampel awal sebanyak 56 perusahaan IPO yang mengalami underpricing IPO pada tahun 2000-2003 dan memenuhi seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Dari sampel awal sebanyak 56 perusahaan diketahui bahwa selama tahun 2000-2003, tingkat underpriced yang terjadi berkisar antara 3,33% sampai dengan 480% dengan rata-rata sebesar 68,14%. Hasil analisis hipotesis pengaruh tujuh variabel bebas terhadap tingkat underpriced IPO menunjukkan bahwa reputasi underwriter, ukuran perusahaan, dan PER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpriced yang terjadi pada tingkat signifikansi 5%. Sementara untuk keempat variabel bebas lainnya yaitu umur perusahaan, prosentase saham yang ditahan pemegang saham lama, ROA, dan financial leverage tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpriced. Hasil analisis hipotesis pengaruh tujuh variabel bebas tersebut secara bersama-sama menunjukkan bahwa tujuh variabel tersebut dapat menjelaskan tingkat underpriced IPO sebesar 37,2%, dan pengaruh tersebut bersifat signifikan pada tingkat signifikansi sebesar 5%.Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| T 078/05 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Jakarta: Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2005 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Underwriting |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | ix, 72 p. diagr. 28 cm & lamp. |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |