Text
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan estimasi nilai wajar saham untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia, dalam hal ini PT Indosat Ooredoo, berdasarkan metode discounted cash flow (DCF) dan peraturan menteri keuangan. Kami melakukan penilaian menggunakan data historis dan proyeksi laporan keuangan. PT Indosat Ooredoo adalah salah satu perusahaan besar dalam industri telekomunikasi yang telah melakukan rebranding pada tahun 2015 sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan serta pangsa pasarnya dan menjadi pemimpin dalam layanan digital di Indonesia. Metode pertama adalah model Free Cash Flow to Firm (FCFF) dan model Free Cash Flow to Equity (FCFE) berdasarkan Damodaran, (2012), sedangkan metode kedua berdasarkan aturan Kementerian Keuangan Indonesia dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak yaitu SE-54/ PJ/2016. Metode discounted cash flow (DCF) memperkirakan bahwa nilai intrinsik Indosat adalah Rp 7.998, sedangkan penilaian berdasarkan SE-54/PJ/2016 diperkirakan bahwa nilai wajar Indosat adalah Rp 8.247 per saham. Hasil ini menunjukkan bahwa harga saham Indosat pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp 6.450 undervalued dibandingkan dengan nilai intrinsik (nilai wajar) berdasarkan kedua metode tersebut.Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| T 079/18 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Jakarta: Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia 2018 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Share valuation Telecommunication industry Share prices Discounted cash flow Free cash flow |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xiii, 144 p. : il. ; 30 cm. |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |