Analisis determinan pengungkapan praktik keberlanjutan sesuai dengan tujuan sustainable development goals
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dan analisis mengenai determinan pengungkapan praktik keberlanjutan sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada 5 negara ASEAN: Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Penelitian ini menggunakan 132 observasi perusahaan publik di ke-5 negara tersebut, yang mengeluarkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan tahun 2016. Penelitian ini menggunakan teori legitimasi, teori keagenan, teori berbasis sumber daya, dan teori pensinyalan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa teori legitimasi berpengaruh terhadap pengungkapan praktik keberlanjutan. Variabel yang merepresentasikan teori legitimasi yang berpengaruh signifikan adalah ukuran perusahaan dan industri. Teori keagenan berpengaruh terhadap pengungkapan praktik keberlanjutan. Variabel yang merepresentasikan teori keagenan yang berpengaruh signifikan adalah leverage dan independensi dewan komisaris atau direktur noneksekutif. Teori berbasis sumber daya berpengaruh terhadap pengungkapan praktik keberlanjutan. Variabel yang merepresentasikan teori berbasis sumber daya yang berpengaruh signifikan adalah free cash flow. Sedangkan, teori pensinyalan yang direpresentasikan oleh variabel current ratio tidak berpengaruh terhadap pengungkapan praktik keberlanjutan. Ada tabel