Text
UMKM mampu berkontribusi 60% terhadap pendapatan domestik bruto di Indonesia. Dari besarnya kontribusi yang diberikan UMKM, tidak banyak dari mereka yang masih bertahan atau mengalami keuntungan. Kurangnya pemahaman dan pengatahuan terhadap pelaporan keuangan membuat umkm sulit untuk menilai kinerja mereka sendiri. Sudah banyak studi yang menyampaikan bahwa masih banyak umkm yang belum mampu dan bisa mengimplementasi standar akuntansi dalam bisnis mereka, padahal studi dari Brazil dan Eropa menunjukkan pengaruh positif terhadap working capital management bisnis mereka dikarenakan mereka melakukan pelaporan dan pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perspektif dari umkm terhadap pelaporan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku, dan kegunaan nya untuk mengelola workinng capital. Penelitian ini dilakukan melalui studi kasus terhadap 5 restoran di Jakarta, dengan mengumpulkan data dan informasi dari wawancara dan analisis terhadap pelaporan yang mereka buat. Hasil dari riset ini menunjukan bahwa pelaporan keungan yang baik tidak menjamin kualitas dari working capital management, hal ini terjadi karena mereka memiliki kebijakan tersendiri mengenai utang dan pituang. Hasil dari studi ini juga menyampaikan bahwa, tidak semua umkm membutuhkan penerapan standar akuntansi sepenuhnya, karena beberapa dari mereka yang merupakan restorant, sudah merasa cukup ketika melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap akun akun tertentuseperti pelaporan persedian, pengeluaran, dan pendapatanAda tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| 11314 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia 2018 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Performance Small enterprises Working capital Accounting standard |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xiii, 185 p. : il. ; 30 cm |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |