Apakah employee development berdampak terhadap growth mindset, empowerment, job security, dan turnover intention pada pekerja studi empiris: Industri garmen Indonesia
Pengarang:
Kurniawati, Sinta Ayu - ; Dr. Ignatius Heruwasto (Penguji) - ; Sari Wahyuni S.I.P., M.Sc., Ph.D. (Pembimbing/Promotor) - ; Ir. Ruslan Prijadi MBA., Ph.D. (Penguji) -
Deskripsi
Sebagai sumber keunggulan kompetitif, organisasi perlu mempertahankan human capital yang dimiliki dengan mengurangi munculnya turnover intention. Pekerja menjadi ujung tombak dari produk yang dihasilkan pada industri garmen. Dalam menghasilkan produk garmen, pekerja harus berhadapan dengan kondisi kerja dibawah tekanan dan target-oriented, sehingga perusahaan perlu melakukan strategi untuk tetap memberikan motivasi pada pekerja sehingga mampu menghasilkan kinerja yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dampak pengembangan karyawan terhadap growth mindset, empowerment, job security and turnover intention di kalangan pekerja dalam konteks industri garmen Indonesia. Raw dataset dari Better Work Indonesia digunakan dalam penelitian ini, yang dikumpulkan dari 109 perusahaan garmen dan 2580 responden yang bekerja di sektor garmen. Data dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM) dengan Lisrel 8.8. Studi ini mengungkapkan bahwa ternyata pengembangan karyawan tidak dapat meningkatkan keamanan kerja yang dirasakan oleh pekerja. Hasil ini memberikan masukan yang signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa pengembangan karyawan mampu meningkatkan growth mindset dan pemberdayaan pekerja, dan akhirnya, mengurangi keinginan berpindah di kalangan pekerja di industri garmen. Hasil temuan pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran yang bermanfaat untuk manajemen pada industri garmen. Dengan menggunakan praktik SDM yang berfokus pada job security, yang diimbangi dengan employee development, perusahaan dapat secara efektif mempertahankan pekerjanya..27/08/2018