Pengaruh problem-solving demand pada creativity relawan organisasi sektor publik yang dimediasi oleh creative self-efficacy dan dimoderasi oleh intrinsic motivation
Pengarang:
Febriyanti, Anisa Retno - ; Ir. Aryana satrya, MM., Ph.D (Penguji) - ; Riani Rachmawati, SE., MA., Ph.D (Pembimbing/Promotor) - ; Dr. Waluyo (Penguji) -
Deskripsi
Relawan sosial yang bertugas di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi memiliki problem-solving demand yang cukup tinggi. Problem-solving demand adalah atribut pekerjaan yang sangat penting untuk creativity individu. Salah satu persyaratan penting untuk mencapai kinerja kreatif adalah creative self-efficacy. Maka penelitian ini mengkaji pengaruh problem-solving demand terhadap creativity relawan yang bertugas di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi di Indonesia dengan menggunakan mediasi creative self-efficacy Untuk mengetahui apakah relawan sosial dalam melakukan pekerjaan kesukarelawanan dikuatkan dengan adanya motivasi yang berasal dari dalam diri mereka maka intrinsic motivation digunakan sebagai moderasi pada hubungan problem-solving demand dengan. creative self-efficacy. Survey melibatkan 359 orang relawan sosial dari 359 kecamatan di wilayah NTT, Papua Barat dan Papua. Hasil studi menunjukkan bahwa problem-soving demand berpengaruh positif terhadap creativity dan hubungan ini dimediasi secara parsial oleh creative self-self efficacy. Namun intrinsic motivation tidak signifikan berpengaruh dalam hubungan antara problem-solving demand dan creative self-efficacy. Tulisan ini juga membahas keterbatasan, implikasi praktis dan saran untuk penelitian mendatang..09/01/2020