Pengaruh work family conflict, perceived organizational support dan ego-resiliency terhadap job performance dengan mediasi subjective well-being pada auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Pengarang:
Ir. Aryana satrya, MM., Ph.D (Penguji) - ; Fanny Martdianty, M.M., Ph.D (Penguji) - ; Olimpia, Delvi - ; Riani Rachmawati, S.E., M.A., Ph.D (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Profesi auditor penuh tantangan dengan karakteristik tugas yang kompleks. Audit dimasa pandemi diprediksi dapat berpengaruh pada subjective well-being dan kinerja auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan subjective well-being terhadap kinerja. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM). Data diperoleh dari 262 auditor di Badan Pemeriksa Keuangan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh faktor-faktor tuntutan pekerjaan berupa work family conflict dan sumber daya psikologis berupa perceived organizational support dan ego-resiliency terhadap subjective well-being serta konsekuensinya terhadap job performance pada auditor. Hasil analisis model penelitian ini menunjukkan adanya peran mediasi penuh subjective well-being dalam mentransmisikan pengaruh masing-masing faktor tersebut terhadap kinerja. Lebih spesifik dijelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara work family conflict, perceived organizational support, dan ego-resiliency terhadap subjective well-being. Dimana work family conflict terbukti dapat menurunkan subjective well-being dan kinerja auditor. Sedangkan, perceived organizational support dan ego-resiliency dapat meningkatkan subjective well-being dan kinerja auditor. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan bagi organisasi dalam meningkatkan subjective well-being yang akan memberikan manfaat untuk organisasi..09/08/2021