Pengaruh harga rokok dan lingkungan sosial merokok pada konsumsi rokok, pangan dan nutrisi rumah tangga di Indonesia
Pengarang:
Sugiharso Safuan, Ph.D (Penguji) - ; Prof. Dr. Nachrowi Djalal Nachrowi (Pembimbing/Promotor) - ; Dr. Sartika Djamaluddin (Penguji) - ; Jossy Prananta Moeis, Ph.D (Penguji) - ; Turro S. Wongkaren, Ph.D (Penguji) - ; Prof. Aris Ananta, Ph.D (CoPromotor) - ; Djutaharta, Triasih - ; Drajat Martianto, Ph.D (CoPromotor) - ; Wahyu Prasetyawan, Ph.D (Penguji) -
Deskripsi
Tujuan studi untuk melihat pengaruh harga rokok dan lingkungan merokok pada probability merokok, realokasi pengeluaran dan nutrisi rumah tangga. Data yang digunakan Survey Sosial Ekonomi 2014, Riset Kesehatan Dasar 2013 dan Potensi Desa 2014. Almost Ideal Demand System dengan memasukkan Invers Mills Ratio dan koreksi unit value sebagai proksi harga. Hasilnya, kenaikan harga rokok menurunkan probability merokok; meningkatkan share pengeluaran rokok, menurunkan share sebagian besar kelompok pangan; menurunkan konsumsi rokok dan sebagian besar kelompok pangan; menurunkan konsumsi protein dan kalori rumah tangga. Peningkatan lingkungan merokok meningkatkan share pengeluaran rokok. Daerah dengan Kawasan Tanpa Rokok menurunkan probability merokok dan share pengeluaran rokok..10/01/2020