Text
Kinerja perekonomian Indonesia pada triwulan IV-2008 ditandai dengan mulai terasanya imbas memburuknya perekonomian global pada perekonomian domestik. Berlanjutnya pelemahan ekonomi global dan turnnya harga0harga komoditi telah menekan ekspor Indonesia yang pada gilirannya berdampak pada menurunnya kinerja neraca pembayaran dan nilai tukar. Di pasar keuangan, krisis keuangan global telah menyebabkan gejolak di pasar uang, pasar valas dan pasar obligasi. Namun, di sisi lain, melemahnya harga komoditas dunia, serta melambatnya permintaan agregat mendorong turunnya tekanan inflasi. Ke depan, pada 2009 dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang diprakirakan terus melambat, tren inflasi diprakirakan akan terus menurun sehingga diprakirakan mencapai 6+-1%. Dengan mempertimbangkan perkembangan dan prospek perekonomian, pada Januari 2009, Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebesar 50bps menjdai 8,75%..Printed Journal
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| BEMP1102 | PSB lt.dasar - Pascasarjana | 2 |
| Penerbit | Jakarta: Bank Indonesia, Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter 2008 |
|---|---|
| Edisi | Vol. 11, No. 2, Oct., 2008 |
| Subjek | Inflasi Perekonomian Indonesia Dewan Gubernur Bank Indonesia |
| ISBN/ISSN | 14108046 |
| Klasifikasi | NONE |
| Deskripsi Fisik | 4 p. |
| Info Detail Spesifik | Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas |