Tesis
Spillover Effect Aglomerasi Industri terhadap Tingkat Pengangguran di Pulau Jawa
Spillover Effect of Industrial Agglomeration on Unemployment Rate on Java Island
Pengarang:
Dwi Agus Prastiwi - ; Hera Susanti (Pembimbing/Promotor) - ; Khoirunurrofik (Penguji) - ; Turro Selrits Wongkaren (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menguji hubungan aglomerasi industri pada level industri yang berbeda, industri mikro kecil (IMK) dan industri menengah besar di kawasan industri (KI), dengan tingkat pengangguran dan memperhitungkan keterkaitan spasial di Pulau Jawa. Analisis deskriptif menggunakan Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) dan model regresi spatial autoregressive model (SAR) pada data panel tahun 2014 hingga 2021 di 119 kabupaten/kota di Pulau Jawa digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Eksplorasi data menunjukkan bahwa wilayah pemusatan tinggi KI berada di bagian barat Pulau Jawa, sedangkan pemusatan tinggi IMK banyak tersebar di bagian tengah Pulau Jawa. Dari hasil regresi spasial, diketahui bahwa aglomerasi kawasan industri signifikan memberikan dampak langsung yang positif pada tingkat pengangguran, yang artinya adanya aglomerasi kawasan industri justru meningkatkan tingkat pengangguran utamanya di wilayah aglomerasi tersebut berada. Sedangkan aglomerasi IMK diketahui memberikan dampak negatif pada tingkat pengangguran namun tidak signifikan secara statistik. Arah hubungan positif antara aglomerasi kawasan industri dengan tingkat pengangguran menunjukkan bahwa keterampilan tenaga kerja yang ada belum mampu memenuhi kualitas yang dibutuhkan oleh sektor industri. Hal ini diperkuat dengan arah hubungan negatif antara aglomerasi IMK dengan tingkat pengangguran, dimana IMK merupakan sektor industri yang sifatnya lebih padat karya dan tidak membutuhkan keterampilan spesifik tenaga kerja.