Tesis
Analisis Harga Pangan Pokok terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia
Analysis of Staple Food Prices on Food Security in Indonesia
Pengarang:
Maharesti Rahmi Widarso - ; Sartika Djamaluddin (Pembimbing/Promotor) - ; Khoirunurrofik (Penguji) - ; Riatu M. Qibthiyyah (Penguji) -
Deskripsi
Ketahanan pangan didefinisikan sebagai ketersediaan makanan yang cukup, kaya nutrisi, dan merata yang dapat diakses oleh setiap orang sehingga dapat mengonsumsi pangan secara optimal. Kenaikan laju harga pangan dapat memiliki dampak yang signifikan pada ketahanan pangan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi. Rumah tangga yang tidak dapat mengakses pangan karena kenaikan harga pangan secara signifikan akan meningkatkan kemungkinan memiliki keragaman pangan yang rendah dan mengurangi akses pangan. Analisis harga pangan pokok terhadap ketahanan pangan di Indonesia dengan mempertimbangkan faktor asupan energi konsumsi beras, asupan protein telur, PDRB per kapita dan kondisi wilayah tempat tinggi di Pulau Jawa dan Bali atau pulau lain. Unit analisis yang digunakan adalah provinsi seluruh Indonesia pada tahun 2018, 2019 dan 2020 dengan metode regresi Ordinary Least Squares (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2018, 2019 dan 2020, harga beras memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Sedangkan pada tahun 2018 dan 2020 asupan protein telur berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Penelitian ini memberikan rekomendasi diharapkan perlu adanya evaluasi dan kajian mengenai kebijakan untuk menjaga harga beras, yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET), agar harga beras lebih stabil dan dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan. Selin itu, perlu evaluasi mengenai kebijakan harga acuan telur untuk menjaga stabilitas harga telur.