Skripsi
Linking Economic Complexity and Regional Integration: The Case of Southeast Asia
Linking Economic Complexity and Regional Integration: The Case of Southeast Asia
Pengarang:
Muhammad Husni Abdul Fatah - ; Kiki Verico (Pembimbing/Promotor) - ; Khoirunurrofik (Penguji) - ; Mohamad Dian Revindo (Penguji) -
Deskripsi
Semenjak diberlakukan ASEAN Free Trade Area (AFTA), dilanjutkan ASEAN Economic Community (AEC) 2015, hingga Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), ASEAN telah melakukan berbagai upaya integrasi ekonomi untuk menciptakan konvergensi pada tingkat regional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui, dimanakah kondisi ASEAN kini menggunakan indikator kompleksitas ekonomi dan konvergensi kawasan serta mengukur bagaimana dampak dari liberalisasi yang ada. Menggunakan metode Seemingly Unrelated Regression (SURE) dan Simultaneous Equation Model Estimation (SEME/3SLS), diperkaya dengan data panel dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Statistics dan World Bank World Development Indicator dataset, dan Harvard ECI, studi ini menemukan bahwa kompleksitas cenderung menciptakan divergensi, alih-alih konvergensi. Sebaliknya, seiring dengan semakin konvergensinya sebuah kawasan, maka tingkat kompleksitas akan cenderung meningkat. Studi ini menggaris bawahi kemungkinan terjadinya ketimpangan antar negara pada awal proses liberalisasi serta pentingnya memperhatikan kondisi ekonomi masing-masing negara