Tesis
Evaluasi Budaya Risiko Menggunakan Risk Culture Aspect Model (Studi Kasus pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan)
Pengarang:
Rumaisha Nur Azria - ; Vera Diyanty (Pembimbing/Promotor) - ; Rama Kurnia (Penguji) - ; Lufti Julian (Penguji) -
Deskripsi
Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menghadapi risiko yang tinggi dalam menjalankan perannya untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Berdasarkan peraturan manajemen risiko Kementerian Keuangan tahun 2022, budaya risiko menjadi elemen baru dalam kerangka manajemen risiko Kementerian Keuangan. DJKN memerlukan rancangan pembangunan budaya risiko guna memenuhi peraturan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan persepsi pegawai terhadap risiko guna mengembangkan rancangan penguatan tata kelola budaya risiko di lingkungan DJKN. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian studi kasus dan pendekatan penelitian triangulasi, dengan menggunakan single unit analysis yaitu DJKN. Pengumpulan data diperoleh melalui data primer yaitu kuesioner, analisis dokumen, dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis konten. Penelitian ini mengevaluasi budaya risiko menggunakan kerangka kerja Risk Culture Aspect Model oleh The Institute of Risk Management (2012). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tone at the top dalam aspek “menghadapi berita buruk” terkait fraud belum konsisten terlihat dari sikap pimpinan maupun pegawai serta belum terdapat mekanisme reward and punishment untuk pengambilan keputusan risiko yang tepat. Sehingga, desain penguatan budaya risiko pada studi ini berfokus pada penyampaian informasi risiko dan pembentukan sikap risiko pegawai.