Text
Penelitian ini mengestimasi rasio lindung nilai pada sektor impor komoditas Indonesia menggunakan strategi commodity hedging dan cross-currency hedging serta menguji performa lindung nilai dari aset tersebut. Dalam model MRS, proses 2-state digunakan sebagai dasar rezim, dimana state 1 menandakan kondisi aset saat volatilitas tinggi dan state 2 saat volatilitas rendah. Perbandingan dengan model GARCH dan regresi linier sederhana dilakukan untuk melihat model optimal yang mampu memberikan penurunan nilai risiko terbaik. Ketika biaya transaksi tidak diperhitungkan, model MRS-BEKK mampu memberikan penurunan nilai risiko yang lebih besar daripada model GARCH. Berdasarkan perbandingan nilai monthly utility, MRS-BEKK juga mampu menunjukan adanya keuntungan secara ekonomi yang dapat diperoleh investor ketika model digunakan. Dalam hal penggunaan strategi, penggunaan kontrak future dari aset komoditi terkait tidak mampu melampaui performa dari penggunaan kontrak future nilai tukar valuta asing yang terbukti mampu memberikan penurunan risiko terbesar. Didukung dengan aplikasi model MRS-BEKK, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa strategi tersebut merupakan kondisi lindung optimal bagi komoditi impor Indonesia.Ada tabel
| Call Number | Location | Available |
|---|---|---|
| T 125/13 | PSB lt.2 - Karya Akhir | 1 |
| Penerbit | Depok: Program Pascasarjana Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2013 |
|---|---|
| Edisi | - |
| Subjek | Imports Risk analysis Hedging Commodity hedging |
| ISBN/ISSN | - |
| Klasifikasi | - |
| Deskripsi Fisik | xii, 118 p. : il, ; 30 cm |
| Info Detail Spesifik | - |
| Other Version/Related | Tidak tersedia versi lain |
| Lampiran Berkas | Tidak Ada Data |