Disertasi
Dampak Upah Minimum terhadap Kerawanan Pangan Rumah Tangga Pekerja Formal dan Efek Limpahannya terhadap Pekerja Bebas
The Impact of Minimum Wages on Households' Food
Insecurity of Formal Employees and the Spillover Effects on Casual Workers
Pengarang:
Heni Hasanah - ; Nachrowi Djalal Nachrowi (Pembimbing/Promotor) - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; I Dewa Gede Karma Wisana (CoPromotor) - ; Turro S. Wongkaren (Penguji) - ; Djoni Hartono (Penguji) - ; Rus'an Nasrudin (Penguji) - ; Bustanul Arifin (Penguji) - ; Hermanto Siregar (CoPromotor) -
Deskripsi
Kerawanan pangan masih menjadi tantangan kebijakan publik di Indonesia. Sementara itu, kebijakan upah minimum ditujukan untuk menjaga terpenuhinya kebutuhan hidup layak termasuk kebutuhan dasar berupa pangan. Selain itu, pekerja bebas sebagai bagian dari pekerja informal dapat menerima efek limpahan dari upah minimum meskipun seringkali tidak tercakup oleh kebijakan tersebut. Secara teoritis dan empiris, efek limpahan dari upah minimum terhadap pekerja bebas masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak upah minimum terhadap kerawanan pangan rumah tangga buruh/karyawan dan efek limpahannya terhadap upah pekerja bebas serta kerawanan pangan rumahtangganya, dengan memanfaatkan data Susenas dan Sakernas tahun 2017- 2021. Tujuan pada penelitian dijawab dengan menggunakan metode unconditional quantile regression, synthetic control method, dan difference-in-differences. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum membantu rumah tangga buruh/karyawan sektor manufaktur mengurangi kerawanan pangan melalui peningkatan asupan kalori per kapita pada kelompok asupan kalori rendah. Sementara itu, upah minimum belum terbukti memberikan kontribusi positif terhadap indikator kerawanan pangan dari aspek gizi. Namun demikian, konsekuensi yang tidak diharapkan juga terjadi karena memberikan efek limpahan negatif dari kenaikan upah minimum terhadap upah pekerja bebas dan kondisi kerawanan pangannya. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa kebijakan upah minimum berkontribusi dalam mengurangi kerawanan pangan namun diperlukan kebijakan pelengkap dengan tujuan untuk membantu kelompok paling rentan serta mengurangi dampak negatif dari kenaikan upah minimum terhadap pekerja bebas.