Skripsi
Status Kepemilikan Rumah dan Keinginan Menambah Jumlah Anak pada Pria dan Wanita Menikah – Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017
Homeownership Status and the Intention to Increase the Number of Children among Married Men and Women - Analysis of Indonesia Demographic and Health Survey 2017
Pengarang:
Ahmad Rafi Kurniawan - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Pembimbing/Promotor) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) - ; Witri Indriyani (Penguji) -
Deskripsi
Keinginan menambah jumlah anak sangat bergantung pada persepsi anak. Salah satu penghambat pria dan wanita menikah belum menginginkan menambah jumlah anak adalah karena anak dianggap sebagai biaya sehingga mereka perlu mengalokasikan biaya untuk anak. Selain itu, keinginan menambah jumlah anak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, ekonomi, dan demografi. Salah satu faktor yang dinilai mempengaruhi keinginan menambah jumlah anak pada pria dan wanita menikah adalah kepemilikan rumah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis status kepemilikan rumah dengan keinginan menambah jumlah anak pada pria dan wanita menikah di Indonesia berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepemilikan rumah dengan keinginan menambah jumlah anak baik pada pria dan wanita menikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa biaya kepemilikan rumah yang tinggi di Indonesia membuat pria dan wanita menikah mengalokasikan biaya untuk memiliki rumah sehingga cenderung untuk tidak menginginkan menambah jumlah anak kembali.