Analisis Faktor Penentu Intensi Pembelian Makanan Halal Oleh Konsumen Muslim Usia Produktif Di Indonesia : Studi Kasus Provinsi Bali
Pengarang:
Rizqika Humaira - ; Hapsari Setyowardhani (Pembimbing/Promotor) - ; Kenny Devita Indraswari (Penguji) - ; Femmy Roeslan (Penguji) -
Deskripsi
Permintaan akan produk halal terus meningkat, dengan banyaknya kuliner halal di seluruh dunia dan meningkatnya jumlah produsen. Perlu adanya pemahaman makna halal, konotasi keagamaannya, dan persyaratan kesadaran halal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Studi ini meneliti perilaku konsumen Muslim usia kerja di Bali terkait makanan halal, memberikan wawasan tentang tantangan dan motif mereka. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah apakah faktor-faktor seperti keyakinan, sikap, kontrol perilaku yang dirasakan, norma subjektif, religiusitas, dan keakraban dengan kuliner halal berdampak langsung pada keinginan membeli makanan halal. Selain itu, studi ini meneliti sejauh mana religiusitas dan pengetahuan tentang kuliner halal memengaruhi sikap dan niat membeli makanan halal. Data dikumpulkan melalui survei lintas bagian dengan Google Forms dari Muslim penduduk asli Bali atau yang pernah berkunjung dan membeli makanan halal setahun sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa niat membeli makanan halal dipengaruhi secara signifikan oleh sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, dan kesadaran halal, tetapi tidak oleh agama. Agama memengaruhi persepsi positif tentang kuliner halal, yang mendorong kecenderungan membeli. Penelitian ini menegaskan kapasitas TPB untuk memprediksi perilaku konsumen terkait pembelian makanan halal. Kolaborasi antara pemerintah, media, dan perusahaan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang manfaat kesehatan makanan halal, mendorong restoran untuk mendapatkan sertifikasi halal, dan menegakkan rantai integritas halal.