Skripsi
Analisis Pengaruh job demand Dan polychronicity Terhadap burnout Dimediasi Oleh multitasking: Pekerja Agensi Periklanan Di Jabodetabek
Pengarang:
Muhammad Reza Gifari Akbar - ; Budi Widjaja (Pembimbing/Promotor) - ; Riani Rachmawati (Penguji) - ; Muhammad Irfan Syaebani (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh job demand dan polychronicity
terhadap burnout yang dimediasi oleh multitasking pada pekerja periklanan di wilayah
Jabodetabek. Terdapat tujuh hipotesis yang dirumuskan dalam studi ini. Dengan
menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM), penelitian ini
mengumpulkan data dari 209 responden yang bekerja di agensi periklanan di
Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demand memiliki pengaruh positif
yang signifikan terhadap multitasking dan burnout pada pekerja agensi periklanan di
Jabodetabek. Selain itu, polychronicity juga memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap multitasking dan burnout pada pekerja agensi periklanan di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, variabel multitasking diketahui memediasi hubungan antara job demand dan
polychronicity terhadap burnout pada pekerja agensi periklanan di Jabodetabek.
Kesimpulannya, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan tingkat job demand dan
polychronicity dari pekerja mereka, terutama di agensi periklanan di Jabodetabek, untuk
mengendalikan tingkat multitasking dan burnout pekerja
terhadap burnout yang dimediasi oleh multitasking pada pekerja periklanan di wilayah
Jabodetabek. Terdapat tujuh hipotesis yang dirumuskan dalam studi ini. Dengan
menggunakan pendekatan Structural Equation Modelling (SEM), penelitian ini
mengumpulkan data dari 209 responden yang bekerja di agensi periklanan di
Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demand memiliki pengaruh positif
yang signifikan terhadap multitasking dan burnout pada pekerja agensi periklanan di
Jabodetabek. Selain itu, polychronicity juga memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap multitasking dan burnout pada pekerja agensi periklanan di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, variabel multitasking diketahui memediasi hubungan antara job demand dan
polychronicity terhadap burnout pada pekerja agensi periklanan di Jabodetabek.
Kesimpulannya, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan tingkat job demand dan
polychronicity dari pekerja mereka, terutama di agensi periklanan di Jabodetabek, untuk
mengendalikan tingkat multitasking dan burnout pekerja