Tesis
Pengaruh Transaksi Non Tunai Melalui QRIS Terhadap Jumlah Tenaga Kerja UMKM
Pengarang:
Agni Agrasevy Dwiatma - ; Chaikal Nuryakin (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Dian Revindo (Penguji) - ; Beta Y. Gitaharie (Penguji) -
Deskripsi
Menurut data Badan Pusat Statistika tahun 2022 masyarakat Indonesia yang telah mengakses internet sebanyak 66,48%. Hal ini juga mendukung perkembangan digitalisasi yang pesat dalam sistem pembayaran menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). QRIS memiliki tujuan meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi, mempercepat inklusi keuangan, serta mendukung perkembangan UMKM. Perubahan pola perilaku masyarakat yang lebih memilih untuk bertransaksi secara digital karena lebih efisien dan cepat memaksa UMKM untuk dapat beradaptasi. Salah satunya adalah dengan mengadopsi penggunaan QRIS dalam sistem pembayaran mereka. Penggunaan teknologi QRIS oleh UMKM ini tentu akan mempengaruhi perkembangan bisnis dan kebutuhan jumlah tenaga kerja. Sehingga melalui metode regresi linier Two-Stage Least Square (2SLS) ingin melihat hubungan dari adopsi penggunaan QRIS dalam sistem pembayaran non tunai terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh UMKM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara langsung QRIS memberikan pengaruh yang positif signifikan. Walaupun tidak sejalan dengan teori Routine-Biased Technical Change (RBTC) yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi akan menggantikan tenaga kerja rutin, namun dari hasil penelitian, pelaku UMKM masih membutuhkan tenaga kerja untuk melayani pelanggan dan menghitung jumlah total nominal transaksi (routine worker) mereka sebelum para pelanggan tersebut melakukan transaksi pembayaran melalui QRIS dan menambah tenaga kerja dengan mempekerjakan keluarga maupun kerabatnya (non-routine worker) dalam menjalankan usaha