Schumpeter Effect: Pengaruh Kewirausahaan terhadap Pengangguran di Indonesia
Pengarang:
Hani Fati Zatalini - ; Riyanto (Penguji) - ; Muhammad Hanri (Penguji) - ; Zahra Kemala Nindita Murad (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Hubungan antara kewirausahaan dan pengangguran didukung oleh dua pendapat, yaitu hubungan negatif yang biasa disebut schumpeter effect dan hubungan positif yang biasa disebut refugee effect. Schumpeter juga memperkenalkan konsep creative destruction yaitu ketika inovasi dan teknologi menciptakan pengangguran sementara, namun di jangka panjang akan menghasilkan lapangan pekerjaan yang baru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kewirausahaan terhadap pengangguran (schumpeter effect) pada 33 provinsi di Indonesia dengan menggunakan variabel rasio wirausaha pemula dan rasio wirausaha mapan untuk membedakan fase wirausaha jangka pendek dan panjang, serta pengaruh kinerja ekonomi terhadap hubungan keduanya menggunakan metode fixed effect. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peningkatan wirausaha pemula berasosiasi positif terhadap peningkatan pengangguran, namun ketika mencapai fase wirausaha mapan, hubungan antara wirausaha dengan pengangguran menjadi negatif signifikan. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa schumpeter effect berlaku pada provinsi yang memiliki tingkat kinerja ekonomi menengah dan tinggi pada wirausaha di jangka panjang atau wirausaha mapan namun tidak di provinsi dengan kinerja ekonomi yang rendah pada wirausaha di jangka pendek atau wirausaha pemula.