Tesis
Dampak Kebijakan Bebas Visa dan Penetapan Kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas Terhadap Perdagangan Barang Kerajinan Lokal
Pengarang:
Mawardi Kartasasmita - ; Khoirunurrofik (Pembimbing/Promotor) - ; Mohamad Dian Revindo (Penguji) - ; Muhammad Halley Yudistira (Penguji) -
Deskripsi
Kebijakan bebas visa kunjungan dan penetapan kawasan destinasi pariwisata prioritas merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan bebas visa dan penetapan kawasan destinasi pariwisata prioritas terhadap perdagangan kerajinan lokal dengan menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia selama 2013–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan fixed effect model pada model 1 dan OLS (Ordinary Least Squares) dengan efek tetap tahun pada model 2. Hasil regresi menunjukkan bahwa kebijakan bebas visa secara rata-rata meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 0.4%, untuk setiap peningkatan 1 negara penerima bebas visa. Namun, status destinasi pariwisata prioritas tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah wisatawan. Pada tahap kedua, untuk setiap peningkatan 1% jumlah wisatawan mancanegara dapat meningkatkan PDRB sektor kerajinan lokal sebesar 0.492%. Sobel Test menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara memediasi pengaruh signifikan kebijakan bebas visa terhadap perdagangan kerajinan lokal dengan nilai z sebesar 5.14. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan bebas visa secara tidak langsung berdampak positif signifikan terhadap perdagangan kerajinan lokal di Indonesia, namun melalui mediasi jumlah wisatawan mancanegara.